Muhammadiyah-NU Seduluran Sak Lawase

0
824
Foto Muhammadiyah Kendal membantu Pembangunan RSNU Kendal diambil dari pdm kendal

KLIKMU.CO

Oleh: Sholikhul Huda.,M.Fil*

Isu radikalisme- Terorisme yang lagi hangat- hangatnya menjadi perhatian publik di Indonesia terutama pasca bom di surabaya, ternyata Juga dijadikan isu politik untuk kepentingan tertentu dengan politik belah bambu ( devide at emipre) oleh pihak-pihak yang tdak ingin bersatunya NU Muhammdyah di Indonesia.

Politik belah bambu itu digunakan untuk menginjak kelompok satu dan mengangkat kelompok satunya sehingga dengan harapan memicu konflik antar keduanya. Dan kalau itu terjadi mereka akan tersenyum puas. Hal itu tampak dari pernyataan Saudara Armando di media sosial.

Screenshoot status ade armando diambil dari web sangpencerah

Menanggapi komentar Armando di media sosial terkait respon ormas NU dan Muhammadiyah terhadap gerakan Radikal di Indonesia yang menyatakan NU lebih tegas dari Muhammadiyah kurang jelas, saya kira pernyataan itu tidak tepat dan cenderung mengadu domba dan merusak persatuan umat islam di Indonesia.

Perlu diketahui bahwa muhammadiyah secara tegas menolak cara-cara kekerasan, pengeboman dalam berdakwah. Muhammadiyah mengusung ideologi moderat yaitu ideologi tengahan yang menjunjung prinsip tawasuth, tawazun dan tasamuh.

Muhammadiyah tegas menolak gerakan ekstrimisme agama baik yang liberal kiri maupun radikal kanan. Muhammadiyah mengusung dakwah yang damai toleran dan santun.

Saya kira saudara Armando perlu banyak membaca lagi terkait gerakan muhammadiyah, sehingga tidak muda melakukan simplifikasi dan kesimpulan yg dangkal.

Dalam menghadapi radikalisme dan terorisme Muhammadiyah punya cara sendiri dan saya kira semua organisasi punya cara masing-masing termasuk NU dan itu hal lumrah dan saling mnghargai.
Dalam konteks menyikapi radikalisme dan terorisme Muhammdiyah lebih mengedepankan counter opini dengan penyebaran ideologi moderasi islam dan caracar santun manusiawi dan mengikuti koridor hukum.

Dan perlu saudara Armando ketahui, cara anda memeta konflik NU Muhammadiyah kurang pas sebagai seorang cendikiawan, dan perlu juga diketahui bahwa NU Muhammadiyah adalah seduluran sak lawase untuk kemajuan indonesia.

*Wakil Ketua PWPM Jatim
Ketua Pusat Studi Agama Budaya ( PSAB) UMSurabaya dan Mahaswa Doktor Pascasarjan UIN Sunan Ampel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here