Muhammadiyah soal Insiden Polisi-FPI: Sesama Anak Bangsa Jangan Saling Bunuh dan Aniaya

0
1247
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Dadang Kahmad MSi. (Foto: STAI Muhammadiyah Bandung)

KLIKMU.CO – Muhammadiyah turut menanggapi aksi penembakan yang dilakukan polisi kepada enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) Senin dini hari (7/12/2020).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Dadang Kahmad MSi juga menyayangkan adanya tindak kekerasan sesama anak bangsa. “Patut disayangkan adanya kejadian tersebut. Menurut saya, semuanya harus menahan diri,” ujarnya.

“Sesama anak bangsa jangan saling membunuh atau menganiaya. Saya heran kenapa ke bangsa sendiri demikian keras dan ganas,” ungkap Dadang Kahmad dikutip dari Suara Muhammadiyah, Senin (7/12/2020).

Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd menyampaikan rasa prihatin dan menyayangkan terjadinya insiden kekerasan yang melibatkan polisi dan pendukung Rizieq Syihab.

Menurut Abdul Mu’ti, selama ini laporan yang ada baru berasal dari pihak kepolisian. Mu’ti menegaskan, untuk memastikan polisi tidak melakukan pelanggaran, diperlukan penyelidikan oleh pihak berwenang.

“Masyarakat sebaiknya juga harus menahan diri dengan tidak melakukan aksi-aksi yang berpotensi menimbulkan terjadinya kekerasan dan hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, enam anggota laskar FPI tewas ditembak polisi di tol Jakarta–Cikampek, tepatnya di Km 50. Versi Polda Metro Jaya, enam orang tersebut ditembak lantaran berusaha menyerang anggotanya. Namun, versi FPI, justru polisi yang menembaki enam anggota FPI itu saat mengawal perjalanan Rizieq Syihab.

’’Karena membahayakan keselamatan petugas, akhirnya dilakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan enam penyerang tewas,’’ kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dalam konferensi pers, Senin (7/12/2020).

Sementara itu, menurut FPI, yang terjadi di tol Jakarta–Cikampek adalah penghadangan dan penembakan terhadap rombongan laskar FPI. Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar mengatakan, rombongan itu disergap orang tidak dikenal dalam perjalanan menuju lokasi pengajian.

Dalam perjalanan itu, kata Aziz, ada penguntitan yang dianggap berpotensi mencelakai Rizieq Syihab. ’’Awalnya kami mengira enam pengawal itu diculik, namun belakangan ternyata mereka terbunuh,’’ katanya. (AS/diolah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here