Muhammadiyah Turut Berduka atas Wafatnya Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukina

0
224
Pimpinan Pusat Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) KH Ahmad Sukina. (Detik.com)

KLIKMU.CO – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya Pimpinan Pusat Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) KH Ahmad Sukina pada Kamis hari ini (25/2/2021) pukul 03.45 WIB. Di mata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ahmad Sukina merupakan ustadz sekaligus guru yang sangat gigih dalam berdakwah Islam.

“Almarhum merupakan sosok yang rendah hati dan kepeduliannya dalam mencerdaskan umat dan bangsa tecermin dalam jejaknya yang pernah mengajar di berbagai tingkatan pendidikan. Salah satunya pernah mengajar di SD Muhammadiyah Kartasura,” ujarnya.

Selain sebagai pendidik yang dekat dengan umat, kata Haedar, almarhum juga merupakan sosok yang bersahaja dan dapat menjalin ukhuwah berbagai kalangan.

“Umat kehilangan Ustadz Sukina. Semuanya berasal dari Allah dan kembali kepada-Nya. Semoga almarhum husnulkhatimah dan diterima di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan agar diberi kesabaran dan keikhlasan,” terangnya di laman Facebook.

Ahmad Sukina meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr Moewardi Solo, Jawa Tengah. Ahmad Sukina wafat pada usia 73 tahun karena sakit. Almarhum meninggalkan seorang istri, Rahayu Utami, 8 anak, dan 19 cucu.

Menurut rencana, Ahmad Sukina akan dimakamkan di Pemakaman Muslim Kaliboto, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, pukul 12.00 WIB. Karena pandemi Covid-19, pemakaman almarhum dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebelum diantar ke pemakaman, jenazah Ahmad Sukina akan disalati terlebih dahulu di Gedung Pusat MTA Jalan Ronggowarsito Timuran, Banjarsari.

“Nanti diberangkatkan dari Gedung Pusat MTA menuju lokasi pemakaman muslim Kaliboto pukul 12.00 WIB,” ucap Muhammad Fathin Habibullah, putra Ahmad Sukina, dikutip dari Kompas.com.

Menurut Habibullah, sang ayah sudah dirawat sejak kemarin di rumah sakit karena sempat tidak sadarkan diri di rumah. Ahmad Sukina juga lebih banyak melakukan aktivitas dari rumah sejak pandemi Covid-19. Semua kegiatan dilakukan secara daring. Koordinasi dengan pengurus MTA se-Indonesia secara online.

“Apalagi, situasi Covid-19 paling rentan lanjut usia. Jadi, banyak waktu di rumah,” ungkapnya.

Habib mengimbau kepada pelayat untuk mendoakan dari rumah saja dan tidak ikut. “Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Kita mengimbau para pelayat tidak terlalu berkerumun dan menjaga prokes,” tutur dia.

“Karena situasi seperti ini, ya tidak harus datang ke pemakaman atau datang ke sini. Cukup didoakan dari rumah saja,” kata Habib. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here