Muhasabah Hidup #14: Relung Kehidupan

0
236
Anekaragambisnisku

Oleh: Saadih Sidik

KLIKMU.CO

Waktu sedang “berjaya”, kita merasa banyak teman di sekeliling kita.

Waktu sedang “berkuasa”, kita percaya diri melakukan apa saja.

Waktu sedang “tak berdaya”, barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang tersisa.

Waktu sedang “jatuh”, kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita.

Waktu sedang “sakit”, kita baru tahu bahanya sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta.

Ketika dan di saat “miskin”, kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi/menderma dan saling membantu.

Masuk “usia tua”, kita baru tahu bahwa masih banyak yang belum dikerjakan.

Saat “di ambang ajal”, kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Hidup tidaklah lama. Sudah saatnya kita bersama-sama membuat hidup lebih berharga.

Saling menghargai, saling membantu, saling memberi, saling mendukung.

Jadilah teman setia tanpa syarat. Jangan saling memotong dan menggunting sesama teman.

Tunjukkanlah bahwa kita masih mempunyai hati nurani yang tulus. Jauhkan niat jahat untuk mencelakai atau memfitnah.

Jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita. Apa yang ditabur, itulah yang akan dituai.

Allah SWT tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu akan selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar. Tapi ketahuilah bahwa Allah SWT selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, rahmat dan berkat di setiap cobaan, dan jawaban di setiap doa.

Jangan pernah menyerah, terus berjuanglah. Life is so beautiful.

Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan.

Indahnya hidup bukan karena banyak orang mengenal kita, namun berapa banyak orang yang bahagia mengenal kita.

(*) Penulis adalah Pengawas Madya Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kota Malang dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here