Muhasabah Hidup #16: Cara Mengawal Hawa Nafsu

0
223
Foto diambil dari wallpaper.cave
http://klikmu.co/wp-content/uploads/2018/01/iklan720.jpg

Oleh: Saadih Sidik (*)

KLIKMU.CO

Dikisahkan ada seorang pemuda yang datang kepada seorang alim dan berkata, “Saya seorang lelaki yang mempunyai hawa nafsu yang kuat. Saya tidak dapat menahan diri dan menahan mata dari melihat orang yang lalu lalang di tempat keramaian atau di pasar. Apa yang harus saya lakukan untuk menahan diri saya?”

Orang alim itu memberikannya secawan penuh air susu dan mengarahkannya untuk mengantar ke satu alamat dengan syarat dia tidak boleh menumpahkan air susu tersebut walau sedikit pun.

Dia akan ditemani seseorang untuk mengawasinya dan jika ia menumpahkan air susu tersebut, maka dia akan dipukul dengan kuat. Akhirnya pemuda tersebut sukses mengantar air susu itu ke tempat yang diarahkan tanpa tumpah walau sedikit pun.

Orang alim bertanya kepadanya, “Apakah dan siapakah yang kamu lihat sepanjang perjalananmu tadi?”

Pemuda itu menjawab, “Saya seolah tidak menyadari apa pun yang terjadi di sekeliling saya, sebab saya asyik dan sangat fokus kepada air susu yang saya bawa, takut bertumpah dan saya pasti malu jika dipukul di khalayak ramai.”

Orang alim pun berkata, “Situasi yang sedang kamu hadapi sesungguhnya sama dengan keadaan orang yang beriman. Orang beriman bimbang, apakah Allah akan menghinanya di hadapan banyak orang pada hari kiamat, jadi imannya itu tersimpan kukuh didalam hatinya.”

Pelajaran apa yang yang bisa kita peroleh dari kejadian di atas?

Orang yang senantiasa menjaga tindakan di dalam kehidupan ataupun berhati-hati dan bersungguh-sungguh menjaga imannya takut berbuat dosa dan tidak menghiraukan pandangan manusia karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata-mata. Mereka
akan lebih fokus kepada hari pengadilan atau hari pembalasan.

(*) Penulis adalah Pengawas Madya Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kota Malang dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here