Muhasabah Hidup #17: Ketika Membaca Al-Qur’an Tidak Menyentuh Hati

0
421
Ikustrasi diambil dari tribunnews.com

Saadih Sidik (*)

KLIKMU.CO

Mungkin kita termasuk ke dalam orang-orang yang rajin membaca Al-Quran. Bahkan kita ketahui, saat ini banyak komunitas ataupun sarana yang memudahkan dan membantu kita untuk tilawah setiap hari.

Tapi, bagaimana jika tilawah kita setiap hari tak pernah menyentuh hati kita?

Banyak di antara kita yang membaca Al-Quran sekadar membacanya. Tanpa pernah mengerti maksud yang hendak disampaikan oleh Allah. Sehingga ketika Al-Quran dibacakan kepada kita, hati kita biasa-biasa saja. Tak ada sedikit pun hati kita tersentuh olehnya.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah pernah berkata soal ini, “Apabila engkau melihat pada dirimu, bahwa setiap kali engkau membaca Al-Qur’an dan bertambah pula imanmu, maka itu salah satu tanda taufik (dari Allah).”

Namun apabila engkau membaca namun tidak berpengaruh pada dirimu, kamu harus segera mengobati dirimu.

Aku tidak mengatakan pergilah kamu ke rumah sakit untuk mendapatkan obat atau lainnya. Namun, engkau harus terus-menerus mengobati hati.

Karena hati yang tidak bisa mengambil manfaat dan nasihat dari Al-Qur’an, maka itu adalah hati yang keras dan sakit.

Ketahuilah, Bapak-Ibu. Ketika hati kita sudah tidak tersentuh dengan ayat-ayat Allah, itu artinya hati kita sudah mengeras. Hati yang sudah mengeras akan sulit untuk menerima nasihat dan kebenaran-kebenaran yang sampai padanya.

Ketika kita mulai biasa saja dengan Al-Qur’an, maka segeralah obati hati yang mengeras itu. Sebelum semuanya terlambat.

Wallaahu a’lam…

(*) Penulis adalah Pengawas Madya Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kota Malang dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here