Muhasabah Hidup #22: Hidup Itu Hari-Hari Menanti Ajal

0
702
Ilustrasi diambil Sains Kompas

Oleh: Saadih Sidik (*)

KLIKMU.CO

Jangan merasa hidup selamanya sebab mati tidak mengenal usia dan tidak harus sakit dulu. Mati sudah ada jadwalnya. Kita semua dapat gilirannya, kita tahu itu. Persiapkan diri saja sebaik-baiknya, detik demi detik.

Mirip anak sekolah, jika ulangan tiba-tiba dari gurunya, dia relatif lebih siap karena sudah belajar tiap hari. Jangan tunggu ajal kita dengan melakukan kesia-siaan, apalagi kumpulan dosa.

Kemarin dan hari ini adalah masa penantian kematian. Saya tidak sebut besok, sebab saya tidak jamin apakah besok saya masih hidup.

Ada manusia yang menanti kematiannya dengan dugem, nongkrong, ngegank, main perempuan, judi, minum, dan lain-lainnya.

Ada yang mengisi hari-hari penantian kematiannya dengan tilawah, sedekah, silaturrahim, menulis, amar ma’ruf nahi munkar, dan shalat malam dan masih banyak lagi.

Ada pula yang menanti dengan karya-karya biasa saja, orang-orang standar saja.

Yah begitulah…
Jadilah di dunia seperti musafir yang sejenak istirahat saja, tidak lama lagi kita akan meninggalkannya.

(*) Penulis adalah Pengawas Madya Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kota Malang dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here