Muhasabah Hidup #27: Ujian Allah Datang dalam Kondisi Apa pun

0
447
Ilustrasi diambil dari Thayyiba

Oleh: Saadih Sidik

KLIKMU.CO

Lelaki yang badannya atletis, Allah uji dengan rasa bangga selalu ingin menunjukkan tubuhnya sehingga lupa dia telah menampakkan auratnya.

Perempuan yang rambutnya panjang, lurus, hitam, dan cantik, Allah uji dengan rasa selalu ingin free hair dan memamerkan kepada khalayak ramai.

Lelaki yang wajahnya ganteng, bersih, dan tirus, Allah uji dengan dikelilingi perempuan-perempuan yang banyak menggodanya.

Perempuan yang mukanya cantik, Allah uji dengan rasa ingin senantiasa kelihatan cantik dan diperhatikan banyak orang.

Perempuan yang badannya langsing, Allah uji dengan rasa mau memakai baju ketat mengikuti lekuk tubuhnya.

Yang ada ilmu, Allah uji dengan rasa mau tahu semua urusan sehingga mengabaikan pandangan orang lain.

Yang kuat agamanya, Allah uji dengan selalu merasa dirinya saja yang betul sampai bisa menghukum orang sesuka hatinya.

Yang kaya dan banyak harta, Allah uji dengan sifat tamak, pelit, bakhil, dan tak mau bersedekah karena takut hartanya berkurang, padahal harta dan kekayaannya itu hanyalah pinjaman dari-Nya.

Yang susah, Allah uji dengan berbagai persoalan menafikan kewujudan Allah.

Yang senang, Allah uji dengan rasa ujub karena dia merasa dia bijak dapat mengaturkan segalanya.

Yang sakit, Allah uji dengan rasa putus asa dengan hidup sendiri dan selalu minum obat dan banyak beristirahat.

Yang banyak masalah, Allah uji dengan rasa banyak mengeluh, sedih, dan kecewa berkelanjutan.

Yang sedang berhijrah, Allah uji dengan berbagai godaan ke arah gaya hidupnya yang dulu sebelum hijrah.

Yang sudah lama berhijrah, Allah uji dengan rasa kosong dalam hatinya.

Yang belum berhijrah, Allah uji dengan sifat suka menunda dan merasakan mati bahwa itu masih lama lagi untuknya.

Tak ada seorang pun akan terlepas dari ujian Allah.

Semuanya datang dalam beragam bentuk dan waktu yang berbeda-beda.

Yang membedakan antara satu dengan lainnya di sisi Allah ialah sejauh mana keikhlasan kita dan kesungguhan kita dalam menjalani hidup berlandaskan syariat-Nya.

Yang selalu harus kita ingat bahwa setiap pilihan yang kita pilih adalah ujian. Setiap tindakan yang kita buat adalah ujian juga. Setiap perkara yang terpikir juga adalah ujian, dan setiap pencapaian yang Allah beri juga satu ujian.

Setiap pujian juga adalah ujian. Setiap kezaliman juga adalah ujian.

Kesimpulannya, setiap apa yang Allah benarkan untuk berlaku adalah ujian untuk manusia, untuk melihat tahap keimanan seseorang apakah ujian itu bisa mendekatkan atau menjauhkan kita dari Allah SWT. Letaknya pada diri kita sendiri.

Letakkan tangan tepat di dada, kemudian tanya iman di dalamnya!

(*) Penulis adalah Pengawas Madya Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kota Malang dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here