Muhasabah Hidup #28: Orang Jujur Akan Selamat dari Kebinasaan

0
132
Blog pendidikan
http://klikmu.co/wp-content/uploads/2018/01/iklan720.jpg

Oleh: Saadih Sidik (*)

KLIKMU.CO

Kejujuran merupakan mutiara yang senantiasa memancarkan cahaya kebenaran di setiap ruang dan waktu. Setiap orang yang menghiasi dirinya dengan kejujuran pasti akan terlihat indah dan menawan.

Tatkala kejujuran telah tertanam dalam diri seseorang dan terimplementasi dalam kehidupan, terciptalah masyarakat yang aman, damai, dan penuh ampunan-Nya. Pesan Rasulullah SAW di bawah ini menegaskan betapa pentingnya kejujuran.

“Hendaklah kamu berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan membawa ke surga. Dan orang yang bersifat jujur dan menjaga kejujuran, ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah kebohongan, karena sesungguhnya kebohongan membawa kepada kefasikan, dan kefasikan membawa ke neraka. Tidaklah seseorang berbohong dan mencari-cari kebohongan, melainkan ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang pembohong.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Di tempat lain Rasulullah SAW pun berpesan.

“Maka sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan kebohongan adalah keraguan…”
(HR. At Tirmidzi)

Orang yang selalu jujur akan selalu tenang, sebab ia selalu membawa kebenaran. Sebaliknya, para pembohong selalu membawa kebusukan, dan kebusukan itu selalu membawa kegelisahan. Ia akan selalu dihantui dengan kebohongannya karena takut terbongkar.

Di akhir zaman ini, kebenaran sudah dianggap asing, dan kebatilan sudah menjadi hal yang lumrah. Hal di atas adalah sedikit kisah kebohongan yang sudah terungkap. Mungkin masih banyak lagi.

Tatkala kejujuran telah hilang dan sulit ditemukan lagi, kebenaran dan keadilan akan semakin sulit dirasakan. Padahal, pada saat seseorang menyembunyikan kebenaran dan memunculkan kepalsuan yang dibalut dengan retorika dan alat bukti semua, pada waktu bersamaan mereka telah kehilangan hatinya.

Kebenaran tidak bisa ditutupi apa pun, termasuk oleh hatinya sendiri. Cobalah bertanya dengan hati, maka jawabannya adalah kebenaran.

Jadi, seseorang yang berbohong pada hakikatnya ia telah membohongi dirinya sendiri. Ketika kejujuran telah tertanam di dalam diri dan terimplementasi dalam kehidupan, insya Allah keberkahan hidup akan diraih. Hanya dengan demikian, tatanan kehidupan manusia akan lebih baik dan bermakna dengan fondasi kebenaran yang sesungguhnya.

Hal ini juga ditegaskan oleh Ibnu Katsir bahwa orang yang jujur akan selamat dari kebinasaan, serta Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan kelapangan dan jalan keluar dalam berbagai urusan.

(*) Penulis adalah Pengawas Madya Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kota Malang dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here