Muhasabah Hidup #30: Bekas dari Dosa

0
318

Oleh: Saadih Sidik

KLIKMU.CO

Dalam sebuah hadist yang masyhur disebutkan, “Orang yang beriman akan melihat dosanya umpama gunung yang menjulang tinggi, sementara ahli maksiat akan melihat dosa itu umpama lalat yang hinggap pada hidungnya.”

(HR. Bukhari)

Karena kita akan membicarakan berkenaan dengan bekas dosa, kita akan memulainya akibat dosa kepada hati. Raja kepada segala anggota. Nanti selepas kita mengetahui kesan dan akibatnya, kita sendiri yang akan melihat kembali kepada diri kita.

Seberapa jauh kita melihat dosa kita itu sebagai apa. Gunung? Atau lalat yang diusir kemudian hilang Karena dosa, perlu kita padamkan dan hapuskan jika benar hendak menyelamatkan diri kita.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin apabila melakukan sesuatu dosa, terbentuklah bintik hitam pada hatinya. Apabila dia bertobat, kemudian menghentikan dosa-dosanya dan beristigfar, bersihlah darinya bintik hitam itu. Dan apabila dia terus melakukan dosa, bertambahlah bintik hitam itu pada hatinya, sehingga tertutuplah seluruh hatinya. Itulah karat yang disebut oleh Allah SWT di dalam kitab-Nya: Sesekali tidak, sebenarnya apa yang mereka lakukan telah mengaratkan (menutup) hati mereka. Surah Al Mutaffifin ayat 14.”
(HR. Al-Baihaqi)

Apabila hati gelap, terpadamlah pandangan jiwa. Hubungan dengan Allah SWT akan terputus, lantas maksiat akan kita lakukan tanpa peduli dan berkira-kira intensitasnya.

Oleh sebab itu, perhatikanlah sabda baginda Rasulullah SAW: “Tidak akan mencuri seorang pencuri, sekiranya ketika dia mencuri itu dia beriman. Tidak akan berzina seorang penzina, sekiranya ketika dia berzina itu dia beriman. Tidak akan meminum arak seorang peminum arak, sekiranya ketika dia meminum arak itu dia beriman.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sekiranya dia beriman, dia tidak akan melakukan dosa. Karena dosa dengan keimanan adalah dua dunia yang berbeda. Tidak akan bersatu dalam satu waktu.

Maka, hati yang gelap akan memadamkan keimanan ini, akan melindungi keimanan ini, sekaligus membuat kita lemah dan terjerumus ke dalam dosa.

Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah di dalam jasad itu ada segumpal daging. Apabila ia baik maka baiklah seluruh jasad, dan apabila ia buruk maka buruklah seluruh jasad. Ketahuilah bahwa itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Nu’man bin Basyir)

Kita tidak sadar akan hal ini. Kadangkala, kita pikir dosa itu satu urusan lain. Akan masuk ke dalam satu ‘akun bank’ yang lain. Yang terpisah. Tidak! Tidaklah begitu adanya.

Dosa ini akan masuk ke dalam ‘akun bank’ yang sama. Ibarat virus. Menjalar dan memusnahkan, memadamkan pahala-pahala, dan menggelapkan jiwa.

Seterusnya jika tidak dihalang, jika tidak dicuci dan dibersihkan, bukan saja akan merusakkan hati, tetapi juga sikap, akhlak, dan pribadi kita. Karena amalan adalah apa yang menerjemahkan hati.

Kita akan jadi malas beribadah. Kita akan mulai merasa jauh dari Allah SWT, seakan-akan Allah tidak melihat kerja-kerja kita.

Kita akan mulai merasa cepat lelah melakukan kebaikan. Kita akan cepat merasa marah. Cepat berputus asa. Cepat kecewa. Karena dosa telah menghijab kita dari Allah SWT.

(*) Penulis adalah Pengawas Madya Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kota Malang dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here