Muhasabah Hidup #32: Sabar Adalah Puncak Keimanan

0
350
Merdeka.com

 

Oleh: Saadih Sidik

KLIKMU.CO

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih dari kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah perbatasan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan).”
[Q.s. Ali Imran: 200]

Sabar adalah puncak keimanan yang sangat tinggi dan mulia di sisi Allah SWT. Hebatnya martabat sabar sehingga disebut lebih dari 70 kali di dalam Al-Qur’an.

Sabar terlalu mahal harganya dalam kehidupan. Sabar walau sesaat pun mampu menyelamatkan agama, nyawa, akal, harta, dan keturunan dengan izin Allah SWT. Begitu juga sebaliknya. Itulah kehebatan sabar.

Allah SWT memerintahkan kita agar bersabar dalam segala hal yang menimpa kita dan agar teguh serta tabah dalam menghadapinya.

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

“…Dan bersabarlah atas segala bala bencana yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu adalah dari perkara-perkara yang dikehendaki diambil berat melakukannya” [Q.S. Luqman: 17]

Tanpa kesabaran, keazaman dan semangat yang kuat, banyak di antara kita yang berputus asa dan jauh dari Allah. Setiap cobaan, ujian adalah untuk kita lebih bersyukur dan senantiasa bergantung harap dengan Allah SWT.

Pesan Nabi SAW kepada Ibnu Abbas RA:

“Ketahuilah bahwasanya bersabar dengan sesuatu yang kamu benci itu punya kebaikan yang sangat banyak. Sesungguhnya kemenangan/kejayaan ada bersama kesabaran, jalan keluar ada bagi setiap kesusahan, dan bersama-sama kesulitan itu punya kesenangan.”
(Ibnu Rajab, Jami’ al-Ulum wal Hikam)

Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas RA berkata:

“Barangsiapa yang tidak henti beristighfar, niscaya Allah SWT akan mengadakan baginya untuk setiap impitan hidup diberi solusi dan jalan keluar, untuk setiap kepedihan diberi pelepasan dan kebebasan serta memberinya rezeki yang tidak disangka-sangka.”

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang…” [Q.s. al-Baqarah: 45]

Fastaqim dan bersabarlah. Sabar itu mampu menyinari kehidupan dengan senyuman dan ketenangan…

(*) Penulis adalah Pengawas Madya Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kota Malang dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here