Muhasabah Hidup #33: Kenapa Harus Sakit Hati?

0
229
Deslisumatran

 

Oleh: Saadih Sidik (*)

KLIKMU.CO

Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik?”

Maka, jawab baginda, “Mereka adalah orang mukmin yang berhati makhmum.”

Lalu, orang itu bertanya, “Apakah hati yang makhmum itu, ya Rasulullah?”

Baginda menjawab, “Ia adalah hati yang bertaqwa lagi bersih yang di dalamnya tiada penipuan, tidak ada sikap melampaui batas, tidak berkhianat, serta tidak suka hasad dan mendengki.” (HR Ibnu Majah)

Hati adalah ibu segala kerusakan dalam kehidupan manusia. Seandainya hati itu hidup, seluruh tubuh manusia juga baik. Tetapi, jika hati sakit, seluruh badan manusia juga akan sakit.

Karena itu, andai hati sakit, ia perlu dirawat. Tetapi, sebelum hati yang sakit dirawat, perlulah kita mengetahui penyebab sakitnya hati itu. Sebab, hati yang sakit akan membuat hidup kita gelisah. Apakah yang menyebabkan hati menjadi gelisah dan rusak?

Persoalan inilah yang perlu kita renungkan. Di antara tanda-tanda hati sakit, kita mudah jatuh dalam kemaksiatan dan kita merasa senang melakukannya.

Begitu juga hati menjadi sakit bila bacaan Al-Qur’an yang kita baca tidak memberi kesan langsung ke dalam hati kita. Begitu juga ketika kita menziarahi kubur atau memakamkan jenazah dan perkara ini tiada kesan langsung dalam hati kita.

Mengapa bisa terjadi hal demikian? Jawabannya mudah. Kita terlalu sibuk dengan kehidupan dunia hingga kita langsung tidak mempunyai waktu untuk menghadiri majelis-majelis ilmu yang diadakan di sekitar kita.

Kita perlu ingat, jika hati kita jauh dari Allah, mudah bagi setan meresap ke dalam hati kita, lalu membisikkan agar kita melakukan perkara-perkara yang dilarang syariat.

Karena itu, bila hati mati, ia tidak memiliki kehidupan dan ia tidak mengenal Tuhan-nya. Bahkan hati yang mati ini akan berdiri dengan syahwat dan kesenangannya.

Karena itu, bila hati sakit, rawatlah ia sebagaimana yang telah diajarkan kepada kita oleh Rasulullah SAW. Antara lain berdoa, berzikir, berlomba-lomba dalam membuat kebajikan, serta berusaha menambahkan ilmu dan berdampingan dengan orang-orang yang beriman.

Semua yang dinyatakan ini sangat penting dalam kehidupan kita karena hati kita senantiasa suka terbolak-balik. Maka, jagalah hati kita. Jangan rusak hati dengan perkara-perkara yang tidak disukai Allah SWT karena hati yang sakit mengakibatkan kita binasa. Wallahu a’lam bis-shawab.

(*) Penulis adalah Pengawas Madya Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kota Malang dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here