Muhasabah Hidup #8: Dzikrullah

0
377
Ilustrasi diambil dari Republika.co.id

Oleh: Saadih Sidik

KLIKMU.CO

Zaman sekarang manusia mencari-cari cara efektif untuk mencapai ketenangan jiwa dan hidupnya. Maka, mereka mencari dan mengikuti berbagai program latihan motivasi dan kursus pembinaan diri untuk mencari ketenangan.

Sebenarnya Allah telah menunjukkan cara terbaik dalam mencapai ketenangan hidup, yaitu dengan mengingat Allah atau dzikrullah. Allah SWT berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan tenang hati mereka dengan ‘dzikrullah’. Ketahuilah hanya dengan ‘dzikrullah’ itu, tenanglah hati manusia. (Q.S. Al-Ra’d: 28)

Sheikh Al-Sa’di menyebut hati yang tenang bermakna hilangnya kebimbangan dan kegusaran. Kemudian digantikan dengan kegembiraan dan ketenangan dalam jiwa.

Beliau menjelaskan jiwa akan tenang dengan dzikrullah karena tiada hal yang paling menyenangkan bagi jiwa, melainkan hadirnya perasaan kasih kepada pencipta, Allah SWT. Semakin kita dekat dengan-Nya, semakin tenanglah jiwa kita. Lafaz dzikrullah yang utama ialah dengan menyebut alhamdulillah, subhanallah, allahuakbar.

Namun, mengapa apabila kita menyebut lafaz dzikir ini dan jiwa kita masih tidak berasa tenang? Ini disebabkan kita hanya menyebut lafaz dzikir tanpa memahami dan merenunginya dengan mendalam. Lafaz disebut hanya pada mulut dan bukan di dalam hati.

Lafaz subhanallah bermaksud mahasuci Allah. Lafaz ini ingin mengatakan Allah suci dan bersih dari segala sifat kekurangan dan kelemahan. Allah sama sekali tidak sama dengan makhluk dan Allah mempunyai segala sifat kesempurnaan.

Lafaz alhamdulillah bermaksud segala puji bagi Allah. Kita memuji Allah atas segala nikmat yang Allah berikan kepada sekalian hamba-Nya yang tidak terkira banyaknya. Lafaz alhamdulilah adalah tanda kita bersyukur kepada Allah SWT.

Lafaz allahuakbar bermaksud Allah Yang Maha Besar. Ia merujuk kepada Allah Yang Maha Agung. Di dunia ini ada bermacam manusia yang tinggi dan hebat kedudukannya. Tetapi, Allah lebih agung dan hebat dari mereka.

Zikir subhanallah, alhamdullillah, dan allahuakbar melalui mulut dan hati akan menimbulkan rasa kehambaan, hidup bertuhan, bersyukur atas nikmat Allah, bersyukur dengan apa yang ada, rida atas aturan Allah, berasa dekat kepada Allah, dan sebagainya.

Ketika itu kita sering ucapkan, akan hadir ketenangan dalam jiwa. Berdzikirlah kepada Allah dengan sebaik-baiknya, niscaya jiwa akan tenang.

(*) Penulis adalah Pengawas Madya Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kota Malang dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here