Muhasabah Hidup #9: Melepaskan untuk Mendapatkan

0
149

Oleh: Saadih Sidik (*)

KLIKMU.CO

Pada suatu hari, seorang pemuda yang gagah namun penampilannya jelek dan bajunya dekil mendatangi seorang guru sufi.

Dia berkata, “Guru, saya datang dari jauh dan telah menempuh perjalanan yang sangat berat. Saya kesepian, menderita, dan sangat letih. Celana saya bahkan sudah sobek dan badan saya penuh luka. Ini semua saya lakukan demi mencari jawaban atas penderitaan yang saya alami. Kenapa saya belum menemukan cahaya petunjuk sedikit pun?”

Sang guru melihat pemuda ini membawa sebuah kantong kain yang besar. “Apa isi kantong kainmu itu?” tanya si guru.

Si pemuda menjawab, “Isinya sangat penting bagi saya. Di dalamnya ada barang-barang yang mengingatkan saya pada setiap tangisan, ratapan, kesedihan, dan air mata saya. Benda-benda inilah menjadi penyemangat saya dalam menempuh perjalanan berat mencari jawaban ini.”

“Baiklah, sekarang ikutlah denganku,” kata si guru. Mereka berjalan sebentar dan tiba di tepi sebuah sungai kecil. Di tepi sungai itu ada sebuah perahu sampan kecil. Si guru naik ke atas sampan tersebut.

“Naiklah!” ajak si guru kepada pemuda itu. Si pemuda itu pun naik ke atas sampan dan mereka menyeberangi sungai tersebut. Ketika sampai di seberang, mereka berdua pun turun dari sampan ke tepian.

Kata si guru, “Kita sudah sampai. Sekarang pikullah sampan ini dan kita akan melanjutkan perjalanan kita.”

Pemuda itu membekalakkan matanya dan protes, “Tapi sampan ini begitu berat, mana kuat saya untuk memikulnya?”

“Benar sekali katamu itu. Ketika kita menyeberangi sungai, sampan ini sangat berguna dan besar artinya bagi kita. Namun, ketika sudah siap meneruskan perjalanan kita berikutnya, sampan ini hanya akan menjadi beban. Kita harus meninggalkannya di tepi sungai. Kalau tidak, sampan ini hanya akan memberatkan lagi langkah kita. Begitu juga dengan kehidupan kita. Penderitaan, kesepian, kegagalan, tangisan, air mata, dan bencana, semuanya sangat berguna dalam kehidupan kita. Semua itu membuat kita tabah dan kuat menghadapi tantangan, cobaan, dan ujian hidup di masa depan. Namun, pada saat kita ingin melangkah maju, kalau kita tidak melepaskan hal-hal tersebut, hal-hal tersebut hanya akan menjadi beban langkah kita. Letakkanlah bebanmu itu! Hanyutkan di sungai ini. Kehidupanmu akan menjadi lebih ringan. Sekarang letakkan kantong kainmu di sini dan mari kita melanjutkan perjalanan,” ajak si guru.

Si pemuda mengikuti perintah si guru dan melanjutkan perjalanan. Beberapa jauh kemudian si guru menanyakan perasaan si pemuda ini.

Jawab si pemuda, “Kini rasanya langkahku begitu ringan dan cepat. Aku baru sadar bahwa kehidupan sebenarnya bisa dijalani dengan begitu sederhana.”

Masa lalu tidak sama dengan masa kini dan masa depan. Masa lalu tidak terlalu penting. Yang penting adalah masa kini dan masa yang akan datang.

Orang sukses pasti pernah jatuh dan gagal dalam hidupnya, tetapi mereka tidak terus-menerus membawa beban itu di pundaknya. Jadikan masa lalu yang baik sebagai teladan dan masa lalu yang buruk sebagai pelajaran. Namun, jangan membawa-bawa masa lalu itu sendiri ke masa depan.

Wallahualam… Semoga kisah benar ini memberi manfaat!

(*) Penulis adalah Pengawas Madya Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kota Malang dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here