MUI Serukan Boikot Produk dan Tarik Dubes RI di Prancis

0
90
Sekjen MUI Pusat Anwar Abbas. (Suaraislam.id)

KLIKMU.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan imbauan untuk memboikot semua produk Prancis, Jumat (30/10/2020). Itu menyusul pernyataan kontroversial Presiden Emmanuel Macron yang membela publikasi karikatur Nabi Muhammad SAW. Perintah boikot dilakukan sampai Macron meminta maaf kepada umat Islam di seluruh dunia.

Wakil Ketua Umum MUI Muhyiddin Junaidi menilai, Presiden Macron bergeming atas peringatan umat Islam di penjuru dunia. ”Yang bersangkutan justru angkuh dan sombong dengan memuji sikap mereka yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi,’’ ujarnya seperti dikutip dari Jawa Pos.

MUI juga meminta Presiden Joko Widodo menarik sementara waktu Duta Besar Indonesia di Paris sampai Macron meminta maaf kepada umat Islam di seluruh dunia.

Sekjen MUI Anwar Abas menambahkan, umat islam Indonesia siap melakukan boikot terhadap produk Prancis, terutama jika Macron tidak bersikap toleran dan tidak menghormati umat Islam. Meski demikian, Anwar mengatakan bahwa umat Islam tetap ingin hidup berdampingan dan harmonis.

“Umat Islam Indonesia tidak ingin mencari musuh, umat Islam hanya ingin hidup berdampingan dan harmonis,” katanya sebagaimana diberitakan CNN Indonesia.

“Namun, jikalau yang bersangkutan sebagai kepala negara Prancis tidak menginginkan dan tidak mau mengembangkan sikap bertoleransi dan saling hormat menghormati, umat Islam, terutama di Indonesia, juga punya harga diri dan martabat. Siap untuk membalas sikap dan tindakannya dengan memboikot semua produk yang datang dari Prancis,” tuturnya.

Selain itu, Anwar menyatakan dukungan kepada Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan anggotanya yang telah memboikot semua produk dari Prancis.

“Mendukung sikap Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan anggotanya seperti Turki, Qatar, Kuwait, Pakistan, dan Bangladesh yang telah memboikot semua produk Prancis,” ucap Anwar.

MUI juga mendesak Mahkamah Uni Eropa untuk menghukum Macron atas tindakannya yang telah melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri memastikan seluruh WNI di Prancis dalam kondisi aman. KBRI Paris dan KJRI Marseille secara aktif terus berkoordinasi dengan otoritas setempat. Menurut Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Perancis, Andorra, dan Monako Arrmanatha Nasir, saat ini tercatat ada 4.023 WNI di Prancis dan 25 orang di antaranya berada di Nice. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here