Mukrida Study Exchange ke Sekolah Inspiratif Surabaya, Apa yang Diinginkan?

0
652
Studi lapangan: Suasana ATM ( Amati Tiru Modifikasi) di SD Muhammadiyah 15 Surabaya oleh SD Muhammadiyah Krian. (Foto: Ali S )

KLIKMU.CO – Pagi yang cerah setelah semalam diguyur hujan, suasana di halaman Sekolah Inspiratif SD Muhammadiyah 15 Surabaya sungguh sangat menyenangkan menyambut pembelajaran di kelas.

Suasana yang menyenangkan tersebut, disambung adanya kehadiran tamu dari SD Muhammadiyah 2 Krian Sidoarjo pada hari Rabu, 14 November 2018.

Guru dan anak anak Limas menyambut dengan gembira dan penuh semangat belajar bersama selama sehari di Limas.

Nanang Rouful Akbar, S.Pd.I Kepada SD Muhammadiyah 2 Krian Sidoarjo, menyampaikan, sembari meminta maaf karena kedatangannya ke sekolah Inspiratif tidak membawa apa-apa. Pihaknya hanya ingin menimba ilmu bersama semua civitas akademika.

Dalam kesempatan itu, Mukrida membawa 13 peserta didik untuk studi banding dengan pelajar SD Limas.

Sementara itu, M. Natshir Kepala Sekolah Inspiratif SD mengembangkan minat bakat sesuai kemampuan masing-masing, diharapkan setiap satu pembelajaran ada produk yang dihasilkan.

Misalnya, hasil karya anak selalu dihagai misalnya, dipajang di kelas atau ruang seni. Dengan begitu, mereka antusias sekali membuat karya, sehingga materi pembelajaran lebih sedikit daripada praktek.

Dalam suasana itu, anak anak SD Muhammadiyah 2 Krian Sidoarjo pun ikut bergabung, menyelesaikan tugasnya sesuai dengan tema yang telah diajarkan, membuat Mading Kelas hak dan kewajiban sebagai warga sekolah.

“Aku senang bisa kerja sama dengan dengan anak Limas membuat Mading Kelas, mereka sudah siap, tinggal menempel bedakan hak dan kewajiban sebagai warga sekolah,” celoteh Afifullah Hasbi, siswa kelas 3 Mudrika, sambil menggunting gambar yang selanjutnya disusun seperti puzzle.

Selain belajar seni, materi pelajaran Kwarganegaraan pun diajarkan dalam studi exchange tersebut. Di kelas 3 Ir. Soekarno SD Muhammadiyah 15 Surabaya misalnya mereka sedang belajar hak dan kewajiban sebagai warga sekolah.

“Tema yang kita pelajari pada hari ini tentang hak dan kewajiban sebagai warga sekolah, agar bisa faham secara dan bisa praktek, kita pakai model membuat Mading Kelas dengan tema yang sama,” tutur Ana Ropikaningsih, S.Pd, Guru kelas 3, saat dijumpai di kelas.

Di akhir kunjungannya, semua peserta didik melakukan sholat Dhuhur berjamaah di masjid At Taqwa yang ada di sekolah.

“Sambung silaturahim, sambil belajar bersama anak anak Limas di kelas kesannya menyenangkan. Semoga nanti bisa kita bisa terapkan di sekolah kami,” kata Janita Setiawati, S.Pd, guru kelas 3 Mudrika, yang ikut mendampingi anak anak belajar bersama di ruang kelas. (Ali Shodiqin/Abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here