Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII: Kandidat Kuat Mengerucut Dua Nama

0
10152
Euforia: Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dikerumuni peserta muktamar.(Foto: Spesial)

KLIKMU.CO – Kontentasi antar-kandidat Ketua Umum dalam Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berlangsung pada (25-28/11) memasuki babak baru.

Sebagaimana diketahui, dalam perhelatan demokrasi organisasi yang dinahkodai Dahnil Anzar Simanjuntak itu mencuat 6 orang kandidat ketua umum yang akan mengemban amanah untuk periode 2018-2022. Keenam kandidat tersebut adalah Ahmad Fanani, Ahmad Labib, Ahmad Sukron, Faisal, Fajar Andi, dan Sunanto.

Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun oleh KLIKMU.CO dari arena Muktamar, di antara 6 calon ketua umum yang disahkan melalui Sidang Tanwir Pra-Muktamar mulai mengerucut dua nama.

“Persaingan antar-kandidat mulai mengerucut dua nama, yakni Ahmad Fanani dan Sunanto. Keduanya dapat simpati cukup baik dari pemilih. Yang lainnya, dukungan pemilih tidak terlalu masif,” ujar salah satu pengurus PWPM yang enggan disebutkan namanya.

Menurut salah seorang Tim Pemenangan Ahmad Fanani, pihaknya telah mampu mengakomodir dukungan dari 17 Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) dari total 34 PWPM yang hadir.

“Alhamdulillah, arus dukungan perjuangan kami semakin kuat dan besar. Ini bak bola salju yang terus menggelinding dan membesar,” ungkapnya di depan Sportorium, Selasa (27/11) siang.

Representasi dukungan dari berbagai Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) yang hadir menurut sumber informasi KLIKMU.CO juga makin kuat.

“Beberapa Wilayah (PWPM, red.) yang secara formal tidak mendukung kami pun, suara PDPM-nya banyak yang masuk. Insyaallah ini modalitas yang baik,” tambahnya.

Menguat: Ahmad Fanani salah satu kandidat Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022 yang semakin mendapat simpati dukungan Musyawirin dalam Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di UMY. (Foto: Jurnal Indonesia)

Sebagaimana diketahui, nama Ahmad Fanani belakangan ini marak diberitakan di berbagai media lantaran dikaitkan dalam penyalahgunaan dana bantuan Kemenpora RI pada acara Kemah Kebangsaan Pemuda Islam di Candi Prambanan tahun lalu.

Menanggapi hal tersebut, tim pemenangan Ahmad Fanani menyatakan bahwa kasus itu lebih mengarah pada upaya demoralisasi dan depolitisasi yang bersangkutan sebagai salah satu kandidat Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

“Insyaallah isu itu tidak benar dan segera selesai. Isu seperti ini menihilkan moral demokrasi Muktamar. Kami mengimbau semua pihak, khususnya para kandidat bermain secara cantik dan fairplay,” pungkasnya. (Ferry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here