Mulyanto, Tenaga Pendidik Berprestasi ME Awards: Allah Menutup Kekurangan Saya dengan Cara Ini

0
373
Mulyanto, foto pribadi

KLIKMU.CO – Mulyanto SPd, tenaga kependidikan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), berhasil meraih First Champion (Gold Award) dalam Muhammadiyah Education (ME) Awards Special Edition 2020 yang digelar Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim secara daring, Sabtu (26/1/2020).

Mulyanto menyisihkan para peserta lain dari berbagai jenjang. Antara lain Ir Siti Faizah dari SD Muhammadiyah Manyar , Gresik, di peringkat kedua dan Burhan Rahmat Auladi dari SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo yang menduduki peringkat ketiga.

Kepada Klikmu.co, Mulyanto mengisahkan perjalanannya dalam mengikuti kategori Tenaga Pendidik Berpestasi itu.

“Setelah ikhtiar sebaik mungkin lalu, tawakal kepada Allah. Saya dipilih sekolah untuk ikut lomba saja sudah juara, Mas,” ujarnya mengawali perbincangan, Ahad (27/12/2020).

Mulyanto menuturkan, ada lima indikator yang dinilai pada kategori ini. Mulai dari kualifikasi akademik,  karya dan prestasi pengembangan profesi, pengalaman organisasi profesi, pengalaman organisasi nonprofesi, hingga keaktifan di persyarikatan.

Salah satu yang menjadi tolok ukur adalah karya yang dihasilkan. Mulyanto tidak membantah terkait hal itu. Sebab, ada beragam karya yang dihasilkan bapak dua anak itu.

Buku sendiri ada tujuh. Yakni, Surga Terakhir (2020), Bukan Anak Raja (2020, Jodoh Tuan Putri (2019), Rinai Cinta (2018), Bidadari Pemetik Bianglala (2017), Istighfar Cinta  (2017), Mimpi Ayah Muda (2017). Enam yang pertama bergenre novel, sedangkan yang terakhir buku motivasi dan diterbitkan oleh kelompok buku Gramedia, BIP.

Buku antologi bersama ada tujuh, antara lain Mendidik dari Akar Rumput (2019) dan Allah Maha Baik (2020). Itu belum termasuk menjadi editor beberapa buku.

Suami Desy Ana Yundari itu juga merupakan kontributor di beberapa media, baik luring maupun daring. Seperti Bhirawa, Surya, Tribun, Pwmu.co, Klikmu.co, Rahma.id, Mudipat.co, Matan, dan lain-lain.

“Saya hanya mempersembahkan yang terbaik,” kata lulusan Matematika UMM itu. “Prestasi ini buat keluarga besar Mudipat,” lanjutnya.

Di samping karya, Mulyanto juga beberapa kali menjadi narasumber. Antara lain kelas menulis Writing Club Mudipat dan telah menerbitkan 3 buku antologi cerpen anak. Juga, menjadi narasumber Bincang Penulis Bareng Mas Mulyanto di Bakoel Tipi (Channel Youtube).

Apakah dengan sederet prestasi itu lantas Mulyanto yakin? “Yakin menang, tidak. Karena tendik (tenaga pendidik, Red) dari sekolah lain pasti lebih hebat dari saya,” kata alumnus IMM Raushan Fikr tersebut, merendah.

Ke depan, dia ingin istiqamah menulis buku. Baik dilombakan maupun tidak. Sebab, katanya, dengan menulis maka kita bermakna.

“Sungguh ini hanyalah kebaikan Allah Ta’ala yang menolong saya dan menutup kekurangan saya sehingga diberi prestasi ini. Semoga prestasi ini makin membuat saya dekat kepada Allah. Makin pandai bersyukur dan tawaduk tak tinggi hati,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here