Musywil PWPM Jatim Sebentar Lagi, Rektor UMM: Berapa Pemimpin Daerah Lahir Dari Pemuda Muhammadiyah?

0
508
Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah berfoto bersama Rektor UMM.

KLIKMU.CO – Musyawarah Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur yang direncanakan Jum’at-Ahad 8-10 Februari 2019 di Asrama Haji, Sukolilo Surabaya jangan hanya dimaknai sekedar menjalankan agenda dan peraturan sebuah organisasi. Pemuda Muhammadiyah harus tampil dan menjadi condro dimuka dalam kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan.

Demikian itu disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Dr. Fauzan, M.Pd dalam silaturrahim dengan PWPM dua pekan lalu di Rektorat UMM.

Dalam pertemuan itu, Mukayat Al-Amin, M.Sosio Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jatim didampingi para pimpinan lainnya, seperti M.Syaikhul Islam, Abdul Kholiq, Abdus Salam, Moufti Assidqi, Diky Sadqomullah, Nafi’ Muthohirin.

Rektor UMM mengapresiasi kinerja PWPM yang selama ini dengan penuh dinamika menjalankan roda organisasi dengan varian pimpinan yang beragam. Namun menurutnya ada beberapa hal yang menjadi kritik konstruktif bagi penerus persyarikatan dan bangsa ini.

Bagi dia Pemuda Muhammadiyah harus menjadi pionir di masyarakat. Juga konsep distribusi kader atau proyeksi kader harus ditata kembali sedemikian rupa.

“Saya kira harus ada proyeksi dan distribusi kader sesuai keahlian dan profrlesinya. Jadi lebih jelas untuk menata kader persyarikatan,” papar mantan Dekan FKIP UMM sembari bertanya dari 38 Kota Kabupaten se Jatim ada berapa Pemuda yang menjadi kepala daerah?

Bagi Rektor, Pemuda Muhammadiyah sudah memiliki infrastruktur dan jejaring yang kuat sampai ke desa, tinggal bagaimana cara untuk pemetaan kader sesuai bidang keahliannya. Dan itu butuh suport penuh dari PWPM secara organisasi.

Tidak kalah menarik pandangan lain dari rektor ialah dengan jejaring yang kuat dan luas itu, maka hendaknya menjadi kekuatan tersendiri. Misalnya, jejaring itu dipotimalkan sebagai kekuatan ekonomi misalnya, tentu sangat bisa dan menjadi kekuatan tersebut.

“Karena itu perlu diformulasikan dan dikonsep lebih matang agar pemuda Muhammadiyah tidak terjebak pada rutinitas dan menjadi pioner dan garda terdepan di masyarakat,” pungkasnya. (Abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here