Mutiara Pendidikan #6: Filosofi Dokar

0
279
Foto dokar hias diambil dari clickruru

KLIKMU.CO

Oleh: Gus Imsap*

Dokar atau delman adalah kendaraan transportasi tradisional yang umumnya beroda dua yang ditarik dengan tenaga kuda. Unsur dokar terdiri dari kereta, kusir, kuda, tali kendali dan cambuk, serta ada juga asesoris lainnya seperti lampu, bel dan lain sebaigainya.
Dokar itu bila kita filosofikan, maka ia sama seperti laju kehidupan manusia.

Kereta dalam dokar itu ibarat tubuh dan jiwa manusia, kusir dan tali kendali ibarat hati dan akal manusia, kuda diibaratkan seperti nafsu manusia, dan cambuknya diibaratkan sebagai nasehat kehidupan.

Dokar akan melaju dengan baik dan tenang, bila dikemudikan oleh seorang kusir yang ahli dan professionali. Supaya seorang kusir bisa ahli dalam mengemudikan dokar maka dibutuhkan ilmu atau pendidikan khusus tentang kekusiran. Kusir harus bisa menguasai kuda, jangan sampai terbalik kuda yang menguasai kusir. Jika kusir menguasai kuda maka kereta yang ditariknya akan berjalan dengan baik dan akan terhindar dari kecelakaan atau musibah. Sesekali kusir akan menggunakan cambuknya, bila kuda lalai, lemas atau salah jalan.

Begitu halnya laju kehidupan manusia. Seorang manusia harus yang mempunyai hati dan akal pikiran supaya ia pandai dan bijak dalam menjalani kehidupan. Akal dan pikiran ini juga membutuhkan iman dan ilmu, supaya ia bisa mengendalikan nafsu dalan diri manusia. Akal dan hati harus bisa menguasai nafsu, jangan sampai terbalik nafsu yang menguasai akal dan hati manusia. Sesekali akal dan hati membutuhkan sebuah nasehat, supaya nasehat tersebut dapat diimplementasikan dalam mengoptimalkan nafsu. Cambukan-cambukan kecil dibutuhkan supaya nafsu ada yang mengingatkan.

Lain halnya dengan seorang kusir yang tidak berilmu. Dia akan dikalahkan oleh kuda dalam mengemudikan dokarnya. Bila kusir tidak menguasai kuda,maka kereta dan penumpangnya bisa hancur kecelakaan atau bahkan tersesat. Ibaratnya, bila hati dan akal tidak bisa menguasai nafsu.maka tubuh dan jiwa ini juga bisa hancur dan tersesat. Bila kuda sudah tidak bisa dikendalikan maka sesekali kusir harus mencambuk dan mengkondisikan dengan tali kemudinya. Sama seperti kehidupan, bila nafsu sudah tidak bisa dikendalikan, maka akal dan hati harus memaksimalkan nasehat dan iman dengan tetap berpegang pada tali agama Allah SWT.

Jadi, pilihan kehidupan manusia adalah :
Pertama.Akal dan hati dapat menguasai nafsu atau sebaliknya
Kedua. Nafsu manusia dapat menguasai hati dan akal .a

Walahu a’lam bis showab.

* Kepala SMP Muhammadiyah 9 Surabaya dan Inisiator Sekolah Akhlaq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here