Mutiara Pendidikan #7: Antara Cinta, Tekad dan Ilmu

0
225
Foto keluarga samara diambil dari dokumen pribadi hilmy

KLIKMU.CO

Oleh: Gus Imsap*

Cinta dan tekad
Rasa cinta tanpa adanya tekad yang kuat, maka ia akan terasa malas, gagal , sia-sia dan berat. Rasa cinta membutuhkan tekad yang kuat, karena dalam mempertahankan cinta dibutuhkan ketekadtan yang kuat,mengingat perjalanan cinta yang penuh dengan gangguan atau cobaan. Ketekadtan seseorang dalam cinta akan membentuk pribadi yang tanpa mengenal lelah atau putus asa.

Cinta dan ilmu
Memiliki rasa cinta harus didasari dengan ilmu. Cinta tanpa ilmu ibarat pohon tanpa akar. Maka kekuatan cinta akan melemah dan cinta tersebut menjadi salah jalan atau mungkin salah prosesnya. Ilmu membuat cinta semakin tumbuh dan dewasa. Ilmu akan membuat rasa cinta semakin rasional dan terarah, bukan sebaliknya. Tanpa ilmu rasa cinta itu bisa menjadi liar dan sesat.
Dengan ilmu,rasa cinta akan tumbuh kuat, terarah dan hebat.

Tekad dan ilmu
Ketekadtan seseorang dalam menuntut ilmu harus kuat dan tinggi, tanpa adanya ketekadtan maka seseorang akan enggan bila keberangkatannya dalam menuntut ilmu terhalang oleh sesuatu. Ketekadtannya akan mendorong kuat para pencari ilmu, meskipun dalam keberangkatannya terdapat godaan, rayuan atau rintangan dalam bentuk apapun.

Cinta, tekad dan ilmu
Adanya cinta terhadap ilmu akan menumbuhkan tekad yang kuat. Tekad yang kuat dengan didorong oleh rasa cinta yang tinggi terhadap disiplin ilmu akan melahirkan para penuntut ilmu yang berhasil. Tekad akan mendorong seseorang untuk menggapai cita-cita dan mendorong seseorang untuk tetap berjuang dalam menuntut ilmu. Para penuntut ilmu dibutuhkan adanya rasa cinta yang tinggi terhadap apa yang dipelajarinya, supaya pelajaran lebih muda diserap dan diamalkan.

Ketika seorang murid belajar kepada seorang guru, meskipun hujan atau sakit, maka murid tersebut akan tetap semangat belajar, hal itu dikarenakan adanya dorongan kuat dari dalam murid tersebut. Itulah yang disebut tekad. Tekad itu tumbuh karena adanya rasa cinta terhadap ilmu atau guru yang sangat dihormati dan disayanginya. Atau sebaliknya meskipun kondisi guru sakit, bila ada rasa cinta dan tekad yang kuat,maka guru tersebut akan tetap mengajar. Demi rasa cinta dan sayangnya terhadap murid yang diajarinya.

Namun, yang sangat penting diingat adalah semua kecintaan dan ketekadtan yang ada pada diri murid dan guru adalah cinta dan ketekadtan karena Allah SWT semata. Keikhlasan karena Allah SWT akan mendatangkan keberkahan dan energi tersendiri kepada murid dan guru dalam aktivitas keilmuan.

*Kepala SMP Muhammadiyah 9 Surabaya dan Inisiator Sekolah Akhlaq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here