Nadjamudin Ramly Berpulang, Muhammadiyah Kehilangan sang Singa Podium

0
454
Dr Nadjamudin Ramly MSi (Foto oleh MUI)

KLIKMU.CO – “Innalillahi wainna ilaihi rajiun, telah meninggal dunia senior kami, mantan ketua Pemuda Muhammadiyah, mantan wakil sekretaris MUI, abanganda Dr Nadjamudin Ramly (tadi malam) jam 20.35 WIB di RS di Bandung, Jawa Barat, karena sakit. Mohon dimaafkan segala salah dan khilaf.InsyaaAllah husnul khotimah.”

Begitu tulis Dahnil Anzar Simanjuntak, yang juga mantan ketua umum Pemuda Muammadiyah, di laman Facebooknya, Sabtu (20/2/2021). Almarhum mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung, Jawa Barat.

Dr Nadjamudin Ramly MSi merupakan aktivis terbaik Persyarikatan yang menjadi dosen di Universitas Tadulako, Palu.

Dahnil mengisahkan, dirinya kali terakhir berkomunikasi dengan almarhum beberapa minggu yang lalu. Yakni, ketika almarhum menyampaikan undangan atas pernikahan anaknya di Sulawesi Tengah. “Kabar duka ini mengagetkan dan saya merasa sangat kehilangan,” kata jubir Menhan Prabowo Subianto tersebut.

Bang Nadja, sapaan akrab Nadjamudin Ramly bagi Dahnil, merupakan seniornya yang sangat berdedikasi terhadap dakwah Islam. Almarhum dikenal sebagai singa podium.

“Karena suaranya menggelegar khas anak-anak timur Indonesia,” ujarnya.

Tidak hanya itu. Menurut Dahnil, Bang Nadja juga membaca Quran dengan sangat baik. Ia juga tak sungkan menegur adik-adiknya ketika salah. Bang Nadja dikenal memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan tidak pernah minder dengan siapa pun.

Dahnil punya kenangan lain dengan seniornya itu. Almarhum menganggap Dahnil tidak terlalu kelihatan karakter Batak, suku asal Dahnil. ”Sering kali Bang Nadja meledek saya sambil bercanda ’Dahnil, kau macam bukan orang Batak aku lihat. Kau Jawa kali. Coba kau Batak-kan sedikit tuturmu itu di forum-forum dan di TV supaya makin mantap’. Sambil bercanda saya jawab ‘Udah kebanyakan makan orek tempe aku Bang’,” kisah Dahnil.

Sementara itu, di kalangan aktivis, kata Dahnil, Nadjamudin Ramly dikenal sebagai singa forum. Baik di internal Pemuda Muhammadiyah maupun di luar PM, salah satunya di Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wakil sekretaris.

“Beliau cerdas menghidupkan suasana forum. Pintar menyentil dengan humor-humor cerdas,” ujarnya. “Selamat jalan, Bang Nadja, ulama dan aktivis Islam dari timur Indonesia. Kau pasti kami kenang sebagai orang baik. Sebagai pemberani yang terus menebarkan semangat dakwah Islam yang menggembirakan dan memajukan. Aku bersaksi kau orang baik,” tandas Dahnil.

Ucapan belasungkawa juga datang dari Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul MU’ti. “Mohon doa. semoga semua dosanya diampuni oleh Allah dan ditempatkan di tempat terbaik di surga,” katanya.

Sementara itu, MUI juga turut berdukacita atas wafatnya Nadjamuddin Ramly yang semasa di MUI menjabat Wasekjen periode 2015-2020 bidang kerukunan antarumat beragama. Selama di MUI, almarhum terkenal vokal dan kerap menyuarakan idenya secara terbuka dalam rapat-rapat. Karena itu, di kalangan internal MUI, almarhum sangat dikenal banyak orang.

Selain di MUI, Buya Nadjam sebelumnya juga menjabat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya (WDB) Ditjen Kebudayaan.

Di akhir-akhir masa khidmatnya sebagai pengurus MUI, almarhum juga sangat aktif menyosialisasikan penanganan Covid-19. Sebagai salah satu pimpinan Satgas Covid-19 MUI periode lalu, Buya Nadjam aktif membagikan sumbangan yang dititipkan ke MUI kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Saat terjadi Gempa di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, beliau pula yang memimpin tim MUI untuk datang ke sana, membagikan bantuan kepada korban yang membutuhkan. Semoga almarhum khusnulkhatimah. Al fatihah,” kata MUI dalam keterangannya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here