Nadjib Hamid: Berpolitik itu Penting Diterapkan di Segala Lini

0
254
Melek Politik: Nadjib Hamid ( berpeci tengah) bersama H.M.Arif an ( berpeci sebelah kiri) sesaat setelah kajian ahad pagi di Masjid Ummul Mu'minin. ( Foto: Rosyidin)

KLIKMU.CO – Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Nadjib Hamid berkesempatan menjadi narasumber dalam acara Pengajian Ahad Pagi di Masjid Ummul Mu’minin, Ahad (9/9). Dalam ceramahnya, pria yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur itu mengungkapkan pentingnya figur pemimpin bagi masyarakat.

“Setiap masyarakat harus memiliki pemimpin jika ingin mewujudkan kesejateraan dan masa depan bangsa di masa mendatang, dalam masyarakat tersebut,” katanya di depan hadirin.

Ia menambahkan, fungsi pemimpin dalam Islam diibaratkan seperti imam shalat, di mana segala yang dilakukan menjadi rujukan banyak orang. Hal ini pula yang menjadikan pemimpin untuk selalu siap dan jangan sampai salah jalan.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Nadjib menyoroti betapa masih banyak masyarakat yang abai terhadap politik. Padahal, menurutnya, politik itu sejalan dengan perintah Allah dalam Alquran.

“Banyak di antara kita yg abai terhadap urusan politik, ini perlu diluruskan karena dalam Alquran disebutkan bahwa orang-orang yang diberi kekuasaan di muka bumi sangat efektif untuk menegakkan rukun shalat, atau menegakkan hukum Allah,” ujarnya

Mengenai politik juga, suatu ketika Nadjib pernah mendapatkan seloroh dari sejumlah masyarakat. “Abah, di sini jika ingin menang harus ‘tongket’, apa itu tongket? Yakni setung seket (satu orang lima puluh ribu). Jika pola pikir masyarakat kita sepeti ini maka kekuasan akan diisi orang orang yang memiliki isi tas, bukan orang berkualitas,” kata Nadjib menirukan perkataan tersebut.

Oleh karena itu, menurut Nadjib urusan politik menjadi penting untuk diterapkan di manapun, termasuk dalam masjid sekalipun. Hal itu karena politik memiliki kaitan dengan segala lini kehidupan.

Kader Bangsa H.Nadjib Hamid calon DPd Provinsi Jawa Timur dan H.M Arif An Calon DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil 1

“Contoh Bu Risma dalam menutup dolly dengan kebijakannya; menggunakan kekuatan sebagai walikota untuk berbuat nahi mungkar. Ini tidak bisa dilakukan di atas mimbar tapi harus dengan aturan pemerintah, dan ini melalui pendekatan politis,” ujar Nadjib lugas. (frd/Ferry)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here