Naik Odong-Odong Dulu, Divaksin Kemudian

0
157
Puluhan lansia naik odong-odong sebelum divaksin. (Jatimnov)

KLIKMU.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya melakukan berbagai inovasi agar vaksinasi Covid-19 semakin masif diterima kalangan lanjut usia (lansia). Terobosan terbaru kali ini adalah petugas menjemput bola atau mendatangi rumah lansia satu per satu untuk disuntik vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, jemput bola atau istilahnya sweeping lansia ini dilakukan agar tidak ada satu pun lansia yang tidak menerima vaksin. Selain itu, dia memastikan pelaksanaan jemput bola ini dilakukan sejak beberapa hari lalu dan masih akan terus berjalan.

“Ini upaya yang kami lakukan agar seluruh lansia mendapatkan vaksin. Jangan ada yang tertinggal,” kata Febria Rachmanita, Sabtu (10/4/2021), dikutip dari laman surabaya.go.id.

Feny –sapaan akrab Febria Rachmanita- menjelaskan, lansia yang disuntik vaksin di masing-masing rumahnya dilakukan apabila yang bersangkutan tidak dapat datang ke puskesmas. Dia menjelaskan ketidakhadiran lansia itu disebabkan lansia takut, tidak boleh anaknya, atau tengah menderita penyakit (komorbid).

“Jadi, dengan begitu kami door-to-door ke rumah lansia. Alhamdulillah setelah kami datangi, mereka tidak mengalami penolakan. Kami lakukan pendekatan humanis sehingga lansia berkenan suntik,” lanjut dia.

Bukan hanya itu, Feny bercerita kejadian unik ketika petugas dinkes mendatangi wilayah RW 05 Simogunung Barat Kelurahan Simomulya, Kecamatan Sukomanunggal. Petugas meminta agar lansia yang akan divaksin di balai RW. Akhirnya, ketua RT/RW berkumpul untuk membujuk lansia agar mau divaksin dengan cara dijemput dengan kereta odong-odong. Alhasil, dari cara tersebut cukup puluhan lansia berhasil divaksin dan diajak keliling Surabaya barat setelah suntik.

“Pada waktu itu kami mencari cara bagaimana agar lansia mau divaksin. Alhamdulillah ketua RT 1–5 mencari alternatif dan ketemulah cara itu. Ternyata tidak disangka mereka (lansia) berkenan vaksin dan akhirnya setelah itu mereka keliling-keliling,” papar Feny.

Bahkan, Feny mengungkapkan ada sekitar 80 orang lansia yang berhasil divaksin. Dia berharap ke depan RT/RW yang memiliki lansia belum divasin bergotong royong membantu mencari cara alternatif dengan menggunakan pendekatan humanis seperti yang dilakukan RT/RW Simogunung.

“Gotong royong yang sangat luar biasa. Harapan kami, ini terjadi di semua wilayah yang terdapat lansia belum divaksin ya. Karena RT/RW lebih mengerti apa yang menjadi kesukaan warganya,” urai dia. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here