New Normal Norms?

0
587
Correcto.id

KLIKMU.CO – Dalam beberapa waktu ke depan, pemerintah mencanangkan pemberlakukan new normal atau kenormalan/kewajaran baru. Wacana itu menuai banyak pro-kontra. New normal akan diberlakukan di beberapa kota besar di Indonesia. Antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Malang.

Meski begitu, beberapa orang juga belum tahu secara detail apa yang dimaksud new normal. Berikut sepuluh catatan tentang new normal oleh Prof Ir Sudjarwadi MEng PhD, Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), yang diterima redaksi KLIKMU.CO

Pertama, new normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial, dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yang sebelumnya tidak ada sebelum pandemi.

Kedua, new normal adalah upaya menyelamatkan hidup warga dan menjaga agar negara tetap bisa berdaya menjalankan fungsinya.

Ketiga, new normal adalah tahapan baru setelah kebijakan stay at home atau work from home atau pembatasan sosial diberlakukan untuk mencegah penyebaran masif wabah virus korona. New normal utamanya agar warga yang memerlukan aktivitas luar rumah dapat bekerja dengan menggunakan standar kesehatan yang ditetapkan. Jadi, bukan sekadar bebas bergerombol atau keluyuran.

Keempat, new normal diberlakukan karena tidak mungkin warga terus-menerus bersembunyi di rumah tanpa kepastian.Tidak mungkin seluruh aktivitas ekonomi berhenti tanpa kepastian yang menyebabkan kebangkrutan total, PHK masal, dan kekacauan sosial.

Kelima, new normal ditujukan agar negara tetap mampu menjalankan fungsi-fungsinya sesuai konstitusi. Harap diingat bahwa pemasukan negara berasal dari pajak dan penerimaan negara lainnya. Jika aktivitas ekonomi terus berhenti total, negara tidak punya pemasukan. Akibatnya, negara juga tidak bisa mengurus rakyatnya.

Keenam, new normal diberlakukan dengan kesadaran penuh bahwa wabah masih ada di sekitar kita. Untuk itu aktivitas ekonomi/publik diperbolehkan dengan syarat menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Ketujuh, jika new normal tidak dilakukan, dampak sosial ekonominya tidak akan bisa tertahankan. Kebangkrutan korporasi selanjutnya ekonomi akan membawa efek domino kebangkrutan negara!

Kedelapan, jika anda tidak setuju dengan new normal, silakan tetap tinggal di rumah. Sebab, banyak orang tetap harus keluar rumah untuk bisa menghidupi keluarganya. Tidak semua orang bisa bertahan selama berbulan-bulan, apalagi bertahun-tahun dan tetap bisa menghidupi keluarganya.

Kesembilan,untuk memastikan new normal bisa berjalan baik, pemerintah harus melakukan upaya yang sistematis, terkoordinasi, dan konsisten dalam melakukan pengawasan publik dan law enforcement. Di dalamnya juga termasuk memperbesar kapasitas sektor kesehatan kita untuk mengantisipasi lonjakan penderita Covid-19.

Kesepuluh, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi untuk memastikan pemeriksaan kesehatan yang masif, tersedianya sarana perawatan dan peralatan medis, melindungi mereka yang paling rentan melalui penyiapan pengamanan sosial yang tepat sasaran dan perlindungan kesehatan.

Selebihnya terserah kita apakah mau berpartisipasi atau tidak, mau melindungi diri atau tidak. Berhentilah menjadi provokator dan menyebarkan energi negatif yang tidak bermanfaat bagi siapa pun serta berpotensi menimbulkan kecemasan publik.

Jika anda cemas, lindungilah diri anda dan keluarga. Sebab, itulah satu-satunya cara!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here