Ngaji Bareng NU-Muhammadiyah Jepang Peringati HUT RI: Kita Harus Bangga, Indonesia Negara Paling Toleran Sedunia

0
520
Suasana Ngaji Bareng PCINU-PCI Muhammadiyah Jepang. (Tangkapan layar Achmad San/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – PCINU Jepang dan PCI Muhammadiyah Jepang menyelenggarakan Ngaji Bareng Muhammadiyah-NU Tokyo dengan tema Memaknai HUT Ke-75 Kemerdekaan RI dan Tahun Baru Hijriah 1442, Jumat malam (21/8). Acara ini juga tayang di Facebook PCINU Jepang dan PCI Muhammadiyah Jepang.

Hadir dalam acara tersebut Tri Purnajaya Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo, Kiai Ma’ruf Khozin ketua Aswaja NU Center Jawa Timur, dan Ustadz Dr M. Ziyad Ketua Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah. Adapun yang menginisiasi adalah Miftakhul Huda Ketua PCINU Jepang dan Ketua PCI Muhammadiyah Jepang M. Firdaus.

Ketua PCI Muhammadiyah Jepang M. Firdaus mengatakan, pengajian ini baru perdana antara NU dan Muhammadiyah berkolaborasi. “Kita merayakan dua kebahagiaan. Kebahagiaan kemerdekaan dan kebahagiaan tahun baru Islam,” ujarnya.

Dia berharap NU dan Muhammadiyah saling menunjang. Sebab, dua ormas ini adalah adalah organisasi yang besar di Indonesia. Karena itu, perlu digaungkan juga di dunia internasional.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo Tri Purnajaya dalam sambutannya menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi adanya kolaborasi antara dua ormas ini. Menurut Tri, Indonesia merupakan negara paling toleran sedunia. Indonesia itu mayoritas beragama Islam. Akan tetapi, libur nasional agama-agama lain pun kita rayakan atau diliburkan.
“Natal kita libur, Nyepi kita libur, bahkan Hari Raya China pun kita libur. Itu saking tolerannya kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjut dia, orang Indonesia harus sadar sekaligus bangga bahwa di luar negeri tingkat kehormatan terhadap agama lain tida sebesar di Indonesia.

“Jadi, saya ingin Indonesia ini tetap tenteram. Saya mengimbau kepada masyarakat Indonesia di Jepang untuk senantiasa bersyukur. Saya juga selalu bilang ke teman-teman diplomat KBRI di Jepang bahwa kita harus bersyukur. Sebab, ada teman kita yang ditempatkan di Iraq, Afghanistan, Kabul, dan sebagainya yang negaranya tandus, bahan ada yang di Korea Utara,” paparnya.

Tri melanjutkan, mencari restoran di Jepang yang halal pun sudah banyak. Banyak toko yang menjual bahan baku Indonesia. “Apalagi ada PCI Muhammadiyah dan PCNU. Nggak semua negara ada,” tuturnya.

Ketua Aswaja NU Center Jawa Timur Kiai Ma’ruf Khozin

Kiai Ma’ruf Khozin, ketua Aswaja NU Center Jawa Timur, menjelaskan makna hijrah dan merdeka. Dia menceritakan, nabi selama beberapa tahun di Makkah dalam berdakwah tidak leluasa. Tidak senikmat ketika di Madinah. “Di malam Rasulullah akan diusir itu, Nabi kemudian keluar dari rumahnya. Ternyata area Rasulullah bermalam dikepung oleh kaum musyrikin,” ujarnya.

Malam itu pula malaikat turun dan menyuruh nabi membaca surah Yasin. Nabi membaca dan ternyata lolos dari kepungan orang musyrikin. “Kenapa NU akrab dengan surah Yasin mungkin karena itu pula salah satunya,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dua ormas Islam terbesar, yaitu NU dan Muhammadiyah, yang mangawal sampai sekarang agar terbebas dari gerakan transnasional, radikalisme, ekstremisme, neoliberalisme, sosialisme-radikal, hingga komunisme. “Selama NU-Muhammadiyah tetap bersama, insya Allah Indonesia tetap utuh dan aman-aman saja,” katanya.

Ketua Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah Ustadz Dr M. Ziyad

Sementara itu, Ustadz Dr M. Ziyad Ketua Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah menambahkan, tidak hanya NU, Muhammadiyah pun ternyata juga akrab dengan surah Yasin. Cuma, ada ayat yang diperhatikan oleh warga Muhammadiyah.

“Saya mengapresiasi acara ini demi merapatkan shaf kita,” katanya. Ziyad menerangkan, dua tahun lalu Presiden Jokowi menginstruksikan harmoni atau kerukunan antarumat beragama di Indonesia harus menjadi konten diplomasi luar negeri Indonesia. “Jadi, salah satu ‘jualan’ Indonesia di luar negeri adalah kerukunan ini,” ujarnya.

Di Indonesia banyak 700-an suku, tapi alhamdulillah minim konflik. “Bandingkan dengan di Afghanistan yang hanya 4 suku tapi sudah 44 tahun konflik berkepanjangan,” paparnya.

Dia pun mengharapkan kerukunan umat di Indonesia ini saling dijaga oleh semua pihak. Terutama oleh Muhammadiyah dan NU yang menjadi tiang penyangga. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here