Ngaji Dino Iki #128: Jati Diri Terorisme

0
536
Ilustrasi diambil dari the millennium report.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamu’alaikum w. w.

“Terrorism has no religion, sect, or ethnicity.” Terorisme tidak memiliki agama, sekte, atau etnis.

Aktivitas teror yang merusak tatanan hidup bermasyarakat dan berbangsa demi kepentingan tertentu adalah bertolak belakang dengan ajaran agama apa pun.

Oknum yang melakukannya beragam. Seorang atheis dan agnostik pun ada. Sedangkan, bila ia beragama, berarti pemahaman agamanya dangkal atau parsial, mudah terdeviasi pihak lain.

Islam sangat menentang segala bentuk teror dan pembunuhan tanpa landasan hukum. Hal ini jelas dari firman Allah swt.:

مِنْ اَجْلِ ذٰ لِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًا ۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَاۤ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗ وَلَـقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰ لِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ

“Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israel, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi, kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.” (QS Al-Ma’idah: 32)

Kalau Anda ingin tahu sejatinya siapa teroris di dunia ini, maka inilah jawabannya:
“Take a look at Israel’s history and you would know who the terrorist is!” Lihatlah sejarah negara Israel dan Anda akan tahu siapa teroris itu!

Sejarah modern bumi Palestina dimulai di tahun 1917 dengan munculnya Deklarasi Balfour yang menyatakan dukungan Inggris terhadap berdirinya negara Israel di tanah air Palestina.

Pada 14 Mei 1948, akhirnya negara Israel benar-benar berdiri mengangkangi penduduk asli Palestina yang mayoritas Muslim dan Kristen.

Setelah masa itu, Israel senantiasa menjadi biang kerok konflik dengan terus melakukan perluasan wilayah negaranya, menggusur, membunuh, menangkap, dan menganiaya dengan kata lain, Israel selalu menebar teror kepada penduduk asli Palestina.

Pernyataan Donald Trump pada 8 Desember 2017 terkait pemindahan ibukota Israel ke Al-Quds, dapat memicu era baru konflik ini menjadi lebih luas. Presiden Turki, Erdogan sampai berkata: “Al-Quds adalah Red Line (ambang batas kesabaran) umat Islam. Kami akan memobilisasi muslim di seluruh dunia dengan adanya kejadian ini.”

Save Palestina dengan kekuatan doa kita.

Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum w. w.
Dari sahabatmu

Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here