Ngaji Dino Iki #129: Rumahku, Surgaku

0
340
Ilustrasi diambil dari isigood.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamu’alaikum w. w.

“If a man expects a woman to be an angel in his life, he must create heaven in the house. Angel don’t live in hell.” Jika pria mengharapkan wanita menjadi bidadari dalam hidupnya, ia harus menciptakan surga di rumahnya. Karena bidadari tidak tinggal di neraka.

Hari, bulan, dan tahun berganti. Bersyukurlah seorang pria bila rumah telah menjadi surga bagi keluarga dan istri telah menjelma menjadi bidadarinya.

Jikalau belum, dan usia tak lagi muda, ingatlah mitsaqan ghalidha (perjanjian kuat) dalam QS An-Nisa’: 21 yang diucapkan saat akad nikah dahulu dan niat ibadah untuk menyempurnakan separuh agama.

Sejatinya, perjalanan membentuk “baiti jannati,” rumahku surgaku adalah perjalanan sepanjang hayat, muliakanlah istri sebagai bidadari di rumah.

Bangunlah kesamaan pemahaman aqidah, sebagaimana Allah swt. berfirman:

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا ۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْ ۗ اُولٰٓئِكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّارِ ۖ وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓا اِلَى الْجَـنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِاِذْنِهٖ ۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ

“Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.” (QS Al-Baqarah: 221)

Dan berdoalah kepada Allah pada rumah tangga kita:

“Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada pembina rumah tangga, maka Allah akan memberikan pemahaman tentang agama kepada mereka.” (HR Bukhari)

Kedepankan akhlaqul karimah dengan perkataan yang baik (QS 33: 70-71), sabar, dan saling pengertian, sebagaimana firman-Nya:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَحِلُّ لَـكُمْ اَنْ تَرِثُوا النِّسَآءَ كَرْهًا ۗ وَلَا تَعْضُلُوْهُنَّ لِتَذْهَبُوْا بِبَعْضِ مَاۤ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اِلَّاۤ اَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ ۚ فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـئًـا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” (QS An-Nisa’: 19)

Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum w. w.
Dari sahabatmu

Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here