Ngaji Dino Iki #150: Patah Hati di Akhir Ramadhan

0
449
Ilustrasi diambil dari duapoh.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamu’alaikum w. w.

“The biggest heartbreak is breaking your connection with Allah swt. Everything else is secondary.” Rasa patah hati terbesar adalah memutuskan hubungan Anda dengan Allah swt. Segala sesuatu (selain itu) bersifat sekunder.

Demikian yang seharusnya dirasakan oleh setiap insan (manusia), apalagi bila ia mengaku seorang muslim.

Ibadah Ramadhan yang semakin hari seharusnya semakin menguat dan intensif, malah semakin merenggang dengan berbagai alasannya. Walau tidak sampai putus, tetapi perenggangan ini bertolak belakang dengan tujuan akhir berpuasa Ramadhan, berjumpa dengan Allah swt. di surga.

Mari kita luruskan niat dan memperbaiki kualitas ibadah kita. Jangan sampai kita lebih mengutamakan hal-hal sekunder, apalagi tersier.

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْالِقَآءَ رَبِّهٖ فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا

“Barangsiapa yang menginginkan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah dia mengerjakan amal shalih dan janganlah menyekutukan sesuatu apapun dalam beribadah kepada Rabb-nya.” (QS Al-Kahfi: 110)

Di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah saw. mengencangkan ikat pinggang untuk berburu Lailatul Qadr dengan banyak banyak berdzikir (berinteraksi dengan Allah swt).

Dalam riwayat hadits, diberitakan:

حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا عُيَيْنَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ ذُكِرَتْ لَيْلَةُ الْقَدْرِ عِنْدَ أَبِي بَكْرَةَ فَقَالَ مَا أَنَا مُلْتَمِسُهَا لِشَيْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ فَإِنِّي سَمِعْتُهُ يَقُولُ الْتَمِسُوهَا فِي تِسْعٍ يَبْقَيْنَ أَوْ فِي سَبْعٍ يَبْقَيْنَ أَوْ فِي خَمْسٍ يَبْقَيْنَ أَوْ فِي ثَلَاثِ أَوَاخِرِ لَيْلَةٍ قَالَ وَكَانَ أَبُو بَكْرَةَ يُصَلِّي فِي الْعِشْرِينَ مِنْ رَمَضَانَ كَصَلَاتِهِ فِي سَائِرِ السَّنَةِ فَإِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ اجْتَهَدَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Telah menceritakan kepada kami Humaid bin Mas’adah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepada kami ‘Uyainah bin Abdurrahman berkata; telah menceritakan kepadaku ayahku berkata; Suatu saat Lailatul Qadr disebut-sebut di hadapan Abu Bakrah, lalu dia berkata; Saya tidak pernah mencarinya, karena saya telah mendengar dari Rasulullah saw., kecuali di sepuluh hari terakhir. Sesungguhnya aku telah mendengar beliau bersabda: “Carilah pada sembilan hari terakhir atau tujuh hari terakhir atau lima hari terakhir atau tiga hari terakhir.”

(Abu Isa At Tirmidzi) berkata; Abu Bakrah shalat pada dua puluh hari Ramadhan sebagaimana dia shalat sepanjang tahun, jika telah masuk ke sepuluh hari terakhir dia bersungguh-sungguh. Abu ‘Isa berkata; Ini merupakan hadits hasan shahih.

Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here