Ngaji Dino Iki #153: Mental Taqwa di Akhir Ramadhan

0
386
Ilustrasi diambil dari Banjarmasinpos.Tribunenews.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Imam Syaukani, MA*)

Assalamu’alaikum w. w.

“Remember that a tiny percentage of fasting is about not eating nor drinking. The rest is about coming closer to Allah swt.” Ingatlah bahwa sebagian kecil dari (maksud) puasa adalah tentang menahan makan atau minum. Selebihnya adalah tentang mendekatkan diri kepada Allah swt.

Sejatinya setiap ibadah yang dirisalahkan oleh Rasulullah saw. adalah dalam rangka mendekatkan diri kita kepada Allah swt. Implikasinya, orang yang dekat dengan sang Khalik akan senantiasa menjaga dirinya dari perbuatan yang tidak disukai Allah swt.

Mental taqwa yang telah dicapainya di bulan Ramadhan akan selalu direfleksikannya di bulan-bulan lainnya.

Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan adalah waktu puncak pendekatan diri kepada Allah swt.

Dalam rangkaian ayat tentang puasa, disebutkan:

وَاِذَا سَاَلَـكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS Al-Baqarah: 186)

Diberitakan dalam sebuah hadits:

عن عائشة : أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يعتكف العشر الأواخر من رمضان حتى قبضه الله ثم اعتكف أزواجه من بعده

Dari Aisyah: Nabi saw. beri’tikaf pada hari ke sepuluh akhir pada bulan Ramadhan, hingga Allah memanggilnya (meninggal dunia). Kemudian para istri beliau beri’tikaf sesudahnya. (HR Bukhari Muslim)

Di lain waktu, Aisyah ra. berkata: “Apabila telah masuk hari yang sepuluh, yakni sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, Rasulullah saw. mengencangkan kain sarungnya dan menghidupkan malam-malam tersebut serta membangunkan istri-istrinya.” (HR Bukhari Muslim)

Bagaimana dengan kita?

Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here