Ngaji Dino Iki #157: Ketenangan Malam Seribu Bulan

0
479
Ilustrasi diambil dari vemale.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamu’alaikum w. w.

“Sign of Lailatul Qadr “The night of Qadr is a calm, serene, and peaceful night. It’s not hot nor cold.” Lailatul Qadr adalah malam yang tenang, tenteram, dan damai. Tidak panas dan tidak pula dingin.

Di dalam riwayat lain, “Malam itu adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas.

Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang (meteor) sampai pagi harinya.

Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu.” (HR Ahmad)

Terkait dengan malam yang tenang itu, Allah swt. berfirman:

تَنَزَّلُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْ ۚ مِّنْ كُلِّ اَمْرٍ

“Pada malam itu turun para malaikat dan Roh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.” (QS Al-Qadr: 4)

Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

Sebagian ahli tafsir memberikan penjelasan, bahwa pada Lailatul Qadr Allah swt. telah menurunkan Alquran. Mereka mendasarkan pendapatnya tentang firman Allah swt.:

إِنَّآ أَنزَلْنَـٰهُ فِى لَيْلَةٍۢ مُّبَـٰرَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.”

Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here