Ngaji Dino Iki #168: Keberuntungan di Balik Ujian

0
576
Ilustrasi diambil dari mqalaat.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamu’alaikum w. w.

“There’s always wisdom behind whatever situation we are facing right now. Allah swt. must have plan to improve ourselves.” Selalu ada hikmah di balik situasi apa pun yang kita hadapi saat ini. Allah swt. pasti berencana untuk memperbaiki diri kita.

Ujian sering kali datang tanpa diduga, semua adalah murni kehendak dari Allah swt. Sang Pemilik diri dan kehidupan ini.

Ada kalanya hati dan diri ini siap menerima, tapi ada kalanya diri ini sampai terjatuh saat menerimanya.

Ini terjadi karena Allah menginginkan kita untuk memperbaiki diri. Dan Allah swt. benar-benar ingin melihat kesungguhan hamba-Nya. Allah swt. berfirman:

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَالصّٰبِرِيْنَ  ۙ وَنَبْلُوَاۡ اَخْبَارَكُمْ

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan tentang hal ihwalmu.” (QS Muhammad: 31)

Ketika Umar bin Khattab ra., mendapatkan musibah ia berkata:
“… Untung musibah ini tidak merusak agamaku. Untung musibah ini tidak besar lagi. Untung musibah ini tidak menutup ridha Allah swt. Untung musibah ini dapat menguatkan harapan pahala dari Allah swt.”

Musibah, tidak hanya berupa hal-hal yang buruk, tetapi juga bisa berbentuk kebaikan. Misalnya, harta dan kekuasaan, walaupun diperoleh dengan cara yang baik dan sesuai dengan apa yang ditentukan oleh Allah swt., tetapi bila tidak dikelola dan digunakan dengan benar, maka akan merontokkan agama dan menutup ridha Allah swt. yang berujung pada menutup pahala dari Allah swt.

Bagi orang yang beriman, tidak ada musibah yang lebih besar daripada musibah yang dapat menutup ridha dan pahala dari Allah swt.

Harta halal tetapi digunakan secara bathil dan mubadzir, membuat kita terpesona dengan kenikmatan duniawi, berujung lupa kehidupan yang hakiki, yaitu kehidupan setelah kematian.

Keberuntungan itu adanya dalam hati. Apapun yang menimpa kita, jika kita menggunakan mata hati untuk melihat, maka kita selalu bersyukur tanda kita tetap merasa beruntung.

Sehingga tidak berlebihan, jika Rasulullah saw. pada setiap keadaan (baik susah maupun senang), beliau selalu berucap: “Alhamdulillah ‘ala Kulli hal.” Segala puji hanya bagi Allah atas segala keadaan.

Mari kita asah mata hati kita, untuk selanjutnya kita gunakan melihat kekuasaan Allah swt. dari sudut pandangan lain, hingga kita selalu merasa beruntung dalam hidup ini.

Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum w. w.
Dari sahabatmu.

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here