Ngaji Dino Iki #186: Meluangkan Waktu

0
415
Ilustrasi diambil dari photoartin.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Save the excuses, it’s not about “having” time. It’s about “making” time. If it matters, you will make time.” Simpan semua alasan, ini bukan tentang ‘memiliki’ waktu. Ini tentang ‘meluangkan’ waktu. Jika itu penting, Anda akan meluangkan waktu.

Ada kalanya kesibukan kita begitu luar biasa. Pekerjaan dan amanah lain tumpang tindih. Jika tidak dihadapi dengan kepala dingin, kita pasti berpikir tidak memiliki waktu untuk menyelesaikan semuanya.

Susun skala prioritasnya, kita akan memiliki waktu dan mampu menyelesaikannya. Sebagai muslim, jangan lupa untuk meluangkan waktu kepada Sang Pemilik waktu.

Mohon kemudahan dan kemampuan untuk menyelesaikan semuanya. Perhatikan pesan Ibnu Katsir: “Kalau kita tidak gunakan waktu untuk beribadah kepada-Nya pastilah Allah memberikan kesibukan-kesibukan lain yang menyebabkan kita terhalang dari beribadah kepada-Nya.

Sekali berhalangan, dua kali berhalangan, akhirnya syaitan musuh nyata manusia makin dahsyat meniupkan berbagai was-was dan ‘alasan’ untuk tidak melakukan ibadah kepadaNya.”

Padahal, manusia diciptakan, mempunyai tugas untuk beribadah kepada-Nya.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidak Ku-ciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)

Karena itu, Islam mengajarkan kita agar benar-benar memperhatikan dan mengaplikasikan nilai-nilai kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.

Dimulai dengan bangun pagi, shalat tepat waktu, hingga memanfaatkan waktu (bekerja) sebaik-baiknya untuk bekal akhirat kelak.

Di dalam Alquran, Allah swt. banyak bersumpah menggunakan waktu. Misalnya: Wal-fajri, wadh-dhuhâ, wan-nahar, wal-‘ashr, dan wal-lail. Seolah-olah Allah swt. mengingatkan segala potensi yang kita miliki sudahkah dioptimalkan untuk kebaikan?

Sedangkan, Allah swt. akan meminta pertanggungjawaban kita, tentang penggunaan waktu.

Dan ingatlah: “When the chess game is over, the pawns, rooks, knights, bishops, kings, and queen all go back to the same box.” Ketika permainan catur telah selesai, semua bidaknya kembali ke kotak yang sama.

Kita akan kembali ke pada Allah swt. untuk sama-sama dimintai pertanggungjawaban.

Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here