Ngaji Dino Iki #201: Jangan Kebesaran Bagasi

0
432
Ilustrasi diambil dari wapblog.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Adopt a mountaineer’s mindset for life. Carry only what you need for the journey.” Terapkan pola pikir seorang pendaki gunung dalam hidup. Bawalah hanya apa yang Anda butuhkan selama perjalanan.

Allah swt. berfirman:

وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰى

“Berbekallah, dan sungguh sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS Al-Baqarah: 197)

Bayangkan jika seorang pendaki membawa ransel yang berat berisikan makanan dan peralatan mendaki.
Bayangkan jika pesawat atau mobil yang keberatan muatan dalam bagasi.

Bayangkan bila orang gemuk harus memanjat tebing. Maka mereka akan sulit untuk mendaki, terbang dan memanjat naik.

Ketika pesawat ulang-alik mau melepaskan diri dari orbit bumi menuju bulan, diperlukan tekhnologi canggih dan daya dorong yang kuat, agar terbebas dari gravitasi bumi, lalu memasuki ruang angkasa yang luas dengan ringan.

Demikian pula halnya dengan jiwa manusia. Jika hati, pikiran dan nafsu kita masih sangat kuat terikat dengan bagasi duniawi, dapat di pastikan kita akan sulit terbang mendekati Allah swt.

Belajarlah untuk mencintai dunia sewajarnya saja, agar kita tidak terperdaya yang akhirnya terhempas menuju kehancuran bersama bagasi yang penuh dengan muatan nafsu kerakusan dunia.

Fokuslah pada bekal esensi seperti ketika akan mendaki gunung atau merantau.

Imam Ibnu Rajab berkata, “Barangsiapa yang hidup di dunia seperti perantau, maka dia tidak punya keinginan kecuali mempersiapkan bekal yang bermanfaat baginya ketika kembali ke kampung halamannya (akhirat).”

“Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan penentu (kebaikan) semua urusanku, dan perbaikilah (urusan) duniaku yang merupakan hidupku, serta perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku (selamanya), jadikanlah (masa) hidupku sebagai penambah kebaikan bagiku, dan (jadikanlah) kematianku sebagai penghalang bagiku dari semua keburukan.” (HR Muslim)

Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here