Ngaji Dino Iki #223: Perubahan adalah Suatu Keniscayaan

0
302
Ilustrasi diambil dari invest plus

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamu’alaikum w. w.

“Be the change you want to see in our country. Happy Independence Day.” Jadilah perubahan yang engkau ingin lihat di negara kita. Selamat Hari Kemerdekaan.

Berharap lebih kepada orang lain untuk mau berubah dengan mencoba mengubahnya bisa berujung pada kekecewaan.

Sama halnya dengan hidayah Allah swt, kita tidak bisa memaksakannya kepada orang lain. Ingat kisah paman Nabi Muhammad saw, Abu Thalib, yang tidak bisa berubah pendiriannya hingga ajal menjemputnya.

Mari mencoba fokus pada perubahan diri yang di dalamnya terdapat mimpi besar untuk negeri. Bukan mimpi keduniawian pribadi semata.

“Barang siapa bangun pagi hari dan hanya memperhatikan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna apa-apa di sisi Allah. Barang siapa tidak pernah memperhatikan urusan kaum muslimin yang lain, maka tidak termasuk golonganku.”

Orang bijak mengatakan:
“The secret to change is to focus all of your energy. Not to fighting the old, but on building the new.” Rahasia perubahan adalah memfokuskan semua energi Anda, bukan pada melawan yang lama, tetapi pada membangun yang baru.

Manajemen perubahan yang positif dan efektif dari tata kelola pemerintahan (good governance), adalah berfokus pada membangun value, budaya, regulasi, prosedur yang baru.

Tatanan lama yang baik masih dapat diadaptasi, sementara yang buruk yang tidak bisa diubah, harus ditinggalkan.

Inilah yang dicontohkan Rasulullah saw saat keputusan hijrah ke Madinah diambil.

Saat itu umat Islam, sebagai pengikutnya yang setia, telah memiliki value (akidah) baru yang sama. Namun kondisi Mekkah tidak kondusif dan tidak mungkin dilawan waktu itu. Dibutuhkan suatu wadah untuk bisa membangun dan menerapkan Islam yang merupakan Dien paripurna yang mengatur semua sendi kehidupan manusia.

Perubahan ke arah kebaikan, harus selalu dilakukan untuk mendapatkan kesempurnaan hidup.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here