Ngaji Dino Iki #224: Amal Shalih Wujud Konkrit Perbaikan

0
448
Ilustrasi diambil dari Islam Kaffa

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“He calls you so He can forgive you for your sins.” Dia menyeru kamu agar Dia mengampuni dosa-dosamu.

Datangilah Allah swt, kembalilah kepada-Nya. Dirikan shalat, mohon ampun dan bertaubatlah kepada-Nya. Kemudian lakukan amal saleh sebagai wujud konkret perbaikan atas dosa yang dilakukan.

Semoga Allah swt senantiasa membimbing kita menapaki jalan-Nya yang lurus.

كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلٰى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۙ اَنَّهٗ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوْٓءًۢا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْۢ بَعْدِهٖ وَاَصْلَحَ ۙ فَاَنَّهٗ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya, dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al An’am: 54)

Orang bijak mengatakan:
“The beauty of our religion is what the reward is dependent on the sincerity of trying, and not In the attainment of the result.” Keindahan agama kita adalah bahwa reward tergantung pada keikhlasan berusaha, dan bukan pada pencapaian hasilnya.

Sungguh akan tidak adil jika ukuran kesuksesan berdasarkan hasil duniawi belaka.

Padahal hasil duniawi boleh jadi istidraj bagi yang bersangkutan. Sebab hasil kerja (yang biasa disebut Rizki), hakekatnya adalah pemberian dari Allah swt. Dengan kata lain: kerja adalah kewajiban, rizki adalah pemberian.

Dan di dalam Alquran dan hadits menyatakan ahli surga adalah yang ikhlas berusaha, bukan sukses materi semata.

Allah swt berfirman, “Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS Al Mulk: 2) Bukan yang lebih banyak amalnya.

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah menjelaskan ayat tersebut:
“Amal yang paling ikhlas dan paling benar. Sesungguhnya suatu amal jika dia dikerjakan dengan ikhlas namun tidak benar maka amal tersebut tidak diterima. Dan suatu amal jika dia dikerjakan dengan cara yang benar namun tidak disertai dengan niat yang ikhlas maka amal tersebut juga tidak diterima.”

Mari kita tingkatkan kerja kita dengan niat yang benar, serta cara kerja yang benar pula. Sebagai wujud kita menuju perbaikan kehidupan sehari-hari.

Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here