Ngaji Dino Iki #237: Shalat Istikharah

0
537
Ilustrasi diambil dari Majalah Ummi

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“When in doubt, perform istikharah.” Ketika ragu (mendera), dirikanlah (shalat) istikharah.

Rasulullah saw. telah mensyariatkan umatnya agar memohon pengetahuan kepada Allah swt. dalam segala urusan di kehidupan mereka, dan supaya memohon kebaikan di dalamnya.

Yaitu, dengan mengajarkan shalat istikharah sebagai obat kegalauan dalam memutuskan berbagai hal, sekaligus sebagai pengganti jahiliyah seperti, bertanya kepada peramal, zodiak, melihat peruntungan, dan lain lain.

Dari Jabir bin Abdillah ra, beliau bercerita, “Rasulullah saw. pernah mengajarkan istikharah kepada kami dalam (segala) urusan, sebagaimana beliau mengajari kami surat dari Alquran.” (HR Bukhari)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, ”Shalat istikharah ini mencakup urusan-urusan besar maupun kecil. Bukankah banyak masalah kecil menjadi sumber masalah besar?”

Kiranya, kita mesti banyak banyak berlatih untuk menegakkan shalat istikharah, sebab hidup adalah pilihan.

Practise the pause. When in doubt, pause. When angry, pause. When tired, pause. When stressed, pause. And when you pause, Pray……! Berlatihlah untuk berhenti sejenak. Saat ragu, marah, lelah, atau dalam tekanan, berhentilah sejenak. Dan ketika Anda berhenti, dirikanlah shalat…..!

Allah swt. berfirman:

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.” (QS Al-Baqarah: 45)

Berhenti sejenak berupa menahan lisan, menjaga ekspresi dan perilaku anggota tubuh berlebihan, menenangkan hati, menjernihkan pikiran dan melapangkan dada, merupakan bagian dari wujud aktivitas sabar.

Tambahan perintah shalat pada ayat di atas adalah resep paling manjur dari Allah swt.

Ia (shalat) berperan sebagai piranti bagi seorang muslim dalam meminta perlindungan dan mengadu kepada Allah Ta’ala saat beban di hati dan pikiran sungguh memberatkan jiwa.

Sahabat Hudzaifah ra. pun bersaksi, “Bila kedatangan masalah, Nabi saw menegakkan shalat.” (HR Ahmad & Abu Dawud)

Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here