Ngaji Dino Iki #266: Menuju Kampung Akhirat

0
347
Ilustrasi diambil dari Alamy

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“There’s no best journey if it wasn’t taking you back home.” Tidak ada perjalanan terbaik jika tidak membawa Anda kembali ke rumah.

Rumah dalam Islam adalah tempat berlabuh, tempat berteduh, tempat terwujudnya ketenteraman hati (sakinah) yang disempurnakan dalam mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih-sayang) dengan anggota keluarga.

Namun jangan lupa pula dengan ‘rumah hakiki’ kita di akhirat kelak.

وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَعِبٌۭ وَلَهْوٌۭ ۖ وَلَلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌۭ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“And the worldly life is not but amusement and diversion; but the home of the Hereafter is best for those who fear Allah, so will you not reason?” Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh rumah kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS Al-An’am: 32)

Ust. Salim A. Fillah mengingatkan, “Betapa jauh kita hari ini dari petunjuk Rasulullah saw dan teladan orang-orang yang diridhai-Nya.

Betapa bangga kita tentang seluas apa, sejumlah lantai, seharga berapa, senyaman apa, dan bagaimana mempercantiknya. Tanpa sadar bahwa rumah abadi kelak kita di akhirat belumlah dipasang batu pertamanya.

Semoga perjalanan kita di dunia ini adalah ‘perjalanan terbaik’ tuk memperoleh rahmat Allah swt di surga.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here