Ngaji Dino Iki #268: Menentukan Sikap Hidup

0
327
Ilustrasi diambil dari VentureBeat

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“One day or day one. You decide.” Suatu hari (nanti) atau (ini) hari pertama. Anda yang putuskan.

Jangan hanya berangan-angan dalam mengejar target, impian atau kesuksesan. Segera putuskan langkah pertama untuk diambil, hari ini. Kalau perlu anggap setiap hari adalah hari pertama kita. Agar tekad dan semangat senantiasa membara di dalam hati kita.

Iman dan ikhtiar dahulu, lalu tunggu “tangan” Allah bekerja. Allah swt berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl: 97)

“Dreams don’t work unless you do.” Cita-cita tidak akan bekerja, kecuali engkau yang melakukannya.

Cita-cita tanpa aksi nyata hanyalah angan-angan kosong belaka. Cita-cita membutuhkan tekad, semangat, kerja keras, cerdas, dan tuntas serta ikhlas untuk meraihnya kesuksesan.

Manusia diciptakan oleh Allah swt, berfungsi sebagai Khalifah, yakni makhluk pekerja untuk berkarya dalam mengelola bumi ciptaan-Nya. (Baca selengkapnya di Al-Baqarah: 30)

Mari berkarya, sebab “A man is judged by his works.” Manusia itu dinilai dari karya-karyanya.

Sebaliknya, jangan jadi penganggur. Sebab: “The devil finds work for idle hand to do.” Setan dapat mencarikan pekerjaan bagi para penganggur.

Seorang penyair Arab, Abu Thayyib al-Mutanabbi berkata:

“Kemauan itu datang sesuai dengan kadar keteguhan seseorang. Kemuliaan itu datang sesuai dengan kadar kebaikan seseorang. Perkara besar dianggap enteng di mata orang hebat. Perkara kecil dianggap sulit di mata orang kerdil.“

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here