Ngaji Dino Iki #269: Ujian Hidup

0
361
Ilustrasi diambil dari Nusantara.News

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Do not turn away from Allah swt, because of some misfortune, He may be testing you with it.” Jangan berpaling dari Allah swt karena suatu kemalangan, Dia mungkin sedang menguji Anda dengan itu.

Sesungguhnya agungnya pahala disertai dengan besarnya cobaan. Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya.

فَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَـٰنَ ضُرٌّۭ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَـٰهُ نِعْمَةًۭ مِّنَّا قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلْمٍۭ ۚ بَلْ هِىَ فِتْنَةٌۭ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

And when adversity touches man, he calls upon Us; then when We bestow on him a favor from Us, he says, “I have only been given it because of (my) knowledge.” Rather, it is a trial, but most of them do not know.

Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya itu adalah cobaan (ujian), tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.

Siapa yang ridha akan ujian yang diberikan, maka Dia (Allah swt) akan ridha kepadanya dan siapa yang tidak rela serta berprasangka jelek kepada Allah swt, maka Dia juga akan murka kepadanya.

“… seseorang dicoba sesuai dengan agamanya. Kalau agamanya kuat, maka dia akan diberi cobaan yang berat. Kalau agamanya lemah, maka dicoba sesuai dengan agamanya. Tidaklah cobaan berada dari seorang hamba sampai dia meninggalkannya dan berjalan di atas bumi sementara dia tidak mempunyai kesalahan.” (HR Tirmidzi)

Mari kita laksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya, semampu mampu kita berbuat. Sebab Allah swt berpesan:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

Allah does not charge a soul except (with that within) its capacity. It will have (the consequence of) what (good) it has gained, and it will bear (the consequence of) what (evil) it has earned.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here