Ngaji Dino Iki #286: Me Time

0
247
Ilustrasi diambil dari Dream

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“A servant should have time for himself which he uses to pray, dhikr, shalah, tafakkur, muhasaba, and improve the heart.”

Seorang hamba selayaknya memiliki waktu untuk dirinya yang ia gunakan untuk berdoa, dzikir, shalat, tafakkur, mengevaluasi diri, serta memperbaiki hati.

Salah satu ‘Me Time’ yang amat dibutuhkan seorang hamba adalah ber-‘uzlah (mengasingkan diri) dalam munajat panjang semisal di sepertiga malam terakhir. Ia sarana terbaik introspeksi diri dengan melepaskan kesibukan duniawi dan mendedikasi diri secara total dalam ibadah kepada Allah swt.

“Life changes when you start to pray. It begins to make sense”. Kehidupan berubah ketika Anda mulai shalat. Ia mulai masuk akal.

Shalat adalah kebutuhan kita dan karena shalat merupakan bukti konkret penyerahan diri, ketundukan, penghambaan dan ketergantungan makhluk kepada Allah swt.

Bacaan shalat yang berulang merupakan afirmasi iman dan doa kepada Allah swt. Karena itu introspeksilah, jangan sampai shalat yang kita lakukan tergolong orang-orang yang munafik. Allah swt berfirman:

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ ۚ وَاِذَا قَامُوْۤا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰى ۙ يُرَآءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا

“Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS An-Nisa’: 142)

Sebagai muslim yang beriman kepada Allah swt, berinteraksi dan berkomunikasi dengan Allah swt adalah penting, apalagi di malam hari.

“When you can’t sleep at night, have you ever thought might it’s Allah swt saying: We need to talk, and you have time now.”

“Bila Anda tidak bisa tidur di malam hari, pernahkah Anda berpikir mungkin Allah swt sedang berkata: “Kita perlu bicara dan sekarang Anda punya waktu.”

Sesibuk dan selelah apa pun diri kita, sempatkan waktu untuk bermunajat dan mengadu kepada Allah swt.

Menurut Dr. Said Ramadhan Al-Buthi: ‘uzlah merupakan suatu bentuk latihan kerohanian yang berfungsi memantapkan hati supaya akal mampu menerima pancaran cahaya kalbu.

Jika seseorang telah selesai dalam proses tafakkurnya dan hatinya sudah terbiasa bebas dari virus hati, maka dia dianjurkan untuk berbaur kembali dengan masyarakat.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here