Ngaji Dino Iki #287: Keutamaan Majelis Ilmu

0
251
Ilustrasi diambil dari Nabawi

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Ustadz Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Don’t be cocky and lazy to take part in a Ta’lim.” Jangan sombong dan malas untuk menghadiri Ta’lim (majelis ilmu).

Raihlah ketenangan hati dan kebahagiaan yang dibanggakan Allah swt:
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah swt membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat dan Allah swt akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Kegemaran duduk di majelis ilmu mempermudah jalan menuju surga Allah swt.

Lebih dari itu semua:
“The past is where you learned. The future is where you apply the lesson. Don’t give up in the middle.” Masa lalu adalah tempat Anda belajar. Masa depan adalah di mana Anda menerapkan pelajaran. Jangan berhenti di tengah-tengah!

Jangan cepat merasa puas dengan hasil studi yang telah dilakukan. Karena tantangan dan kompetensi yang dibutuhkan harus mumpuni untuk mengaplikasikan di masa depan.

Bahkan semestinya belajar adalah aktivitas seumur hidup yang perlu kita jadikan budaya dalam diri kita, walaupun saat itu adalah masa berkontribusi atas ilmu yang dimiliki sekali pun.

Manusia Agung Rasulullah Muhammad saw, bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ رَجُلٍ يَسْلُكُ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا إِلَّا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقَ الْجَنَّةِ وَمَنْ أَبْطَأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah orang yang meniti jalan untuk menuntut ilmu kecuali Allah akan memudahkan jalannya menuju surga, sedangkan orang yang memperlambat dalam mengamalkannya maka tidak akan cepat mendapatkan nasabnya (keberuntungan).” (Shahih: Muslim)

Ali bin Abi Thalib ra. pun berpesan, “Ingatlah, kamu tidak akan memperoleh ilmu pengetahuan kecuali dengan enam perkara yang akan kujelaskan semua kepadamu secara ringkas yaitu: kecerdasan, minat yang besar, kesabaran, bekal yang cukup, petunjuk guru, dan waktu yang lama.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here