Ngaji Dino Iki #288: Love Story

0
207
Ilustrasi diambil dari sahabatnesia

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Why create a haram love story when a beautiful halal story already written by Allah swt for you.” Mengapa menciptakan kisah cinta yang haram ketika kisah halal yang indah sudah ditulis oleh Allah swt untukmu.

Cerdas-cerdaslah dalam merencanakan akhirat kita. Jangan menjalin hubungan haram zina (apalagi LGBT) dengan harapan bahwa suatu hari kita akan membuatnya halal.

Allah swt menegaskan:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“And do not approach unlawful sexual intercourse. Indeed, it is ever an immorality and is evil as a way.” Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra’: 32)

Mungkin saat kita sudah selesai studi, sudah lebih mapan, lebih berumur, dan lain lain. Hubungan semacam itu berisiko besar, karena belum tentu takdir Allah swt sesuai harapan kita.

Jodoh dan kematian tidak kita ketahui pasti, dan taubat belum tentu kesampaian. Sementara hukuman dari Allah swt dan Rasul-Nya, terkait zina adalah:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذُوا عَنِّي قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَتَغْرِيبُ سَنَةٍ وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ

Rasulullah SAW bersabda, “Ambillah (ketetapan hukum) dariku. Allah swt telah menjadikan jalan bagi mereka, perawan dan perjaka hukumannya dengan didera seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Sementara seorang janda dan duda dengan didera seratus kali dan dirajam.” (HR Muslim)

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya.” (HR Ahmad)

“Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR Ibnu Majah)

Oleh karena itu, pilihlah kisah cinta (love story) yang halal untuk diri kita, full berkah di dunia dan bahagia di akhirat.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here