Ngaji Dino Iki #329: Taubat yang Sebenarnya

0
238
Ilustrasi diambil dari Berani Hijrah

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Repentance is not just a one time apology, it’s a change of heart, lifestyle, and commitment to Allah swt.”

Tobat bukan hanya sekali permohonan maaf, ia adalah perubahan hati, gaya hidup, dan komitmen untuk taat kepada Allah swt.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

“O you who have believed! Repent to Allah with sincere repentance.”

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.” (QS At-Tahrim: 8)

Ketika kita bertobat, saat itu kita menentukan ‘Point of No Return’, yaitu sebuah titik tempat kita tidak akan dan tidak mau kembali lagi.

Taubat kepada Allah swt atas segala macam dosa adalah jurang yang memisahkan antara masa lalu yang kelam dan masa depan yang lebih baik. Dan ini yang dikenal sebagai tobat nasuha.

Imam Nawawi Al-Bantani dalam Nashaih Al-ibad menuliskan:
“Allah lebih senang pada tobatnya seorang hamba yang bertobat melebihi senangnya orang haus yang menemukan air, atau orang mandul yang memiliki anak, atau senangnya orang yang kehilangan barang lalu menemukannya.

Maka, barang siapa yang bertobat kepada Allah swt dengan tobat nasuha, Allah akan membuat lupa para malaikat yang menjaganya, anggota tubuhnya, serta bumi yang dipijaknya atas dosa dan kesalahan yang telah dia lakukan.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here