Ngaji Dino Iki #355: Janji

0
296
Ilustrasi diambil dari viva

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Fulfill the promise, surely (every) promise shall be questioned about.” Penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.

Orang yang berjanji hakekatnya berhutang kepada orang yang diberi janji.

Ia (janji) wajib dipenuhi dan atau wajib membayar dengan menepati janjinya. Jika ia tidak menepati janjinya tanpa ada alasan syar’i yang dibenarkan, maka statusnya orang tersebut masih punya hutang.

Dan jelas ia (janji) akan dimintai pertanggungjawaban.
Allah swt memberikan instruksi kepada orang yang beriman:

وَ اَوْفُوْا بِعَهْدِ اللّٰهِ اِذَا عَاهَدْتُّمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْاَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللّٰهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ

“And fulfill the covenant of Allah when you have taken it, [O believers], and do not break oaths after their confirmation while you have made Allah, over you, a witness. Indeed, Allah knows what you do.”

“Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya, Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS An-Nahl: 91)

Ingkar janji ini termasuk perbuatan atau tanda kemunafikan dan bukti atas adanya makar yang jelek serta rusaknya hati.

“Tanda-tanda munafik ada tiga; apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat.” (HR Muslim)

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here