Ngaji Dino Iki #362: Menuju Negeri Keabadian

0
384
Ilustrasi diambil dari kedai cerita

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“None of you should long for death for if he is a good man, he may increase his good deeds, and if he is an evil doer, he may stop the evil deeds and repent.”

“Janganlah salah seorang di antara kalian yang mengharap kematian, karena jika ia seorang yang berbuat baik, maka barangkali ia akan menambah amal shalihnya, dan jika ia seorang yang berbuat buruk, maka barangkali ia menghentikan perbuatan buruknya dan bertobat.”

Kematian, sungguh merupakan hakikat yang menakutkan. Nyaris tak ada orang yang menginginkan kematiannya datang cepat dan tiba-tiba.

Kita tidak usah takut pada kematian, tetapi takutlah pada hidup setelah kematian. Sebab Allah swt sudah menetapkan, bahwa:

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ

“Every soul will taste death.” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (QS Ali ‘Imran: 185)

Setelah itu kita dihadapkan kepada:

كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

“Every soul, for what it has earned, will be retained.” Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. (QS Mudatsir: 38)

Namun, ajal datang tanpa salam dan permisi. Tidak ada yang mampu menolaknya. Dan tidak ada seorangpun kawan yang mampu menahannya.

“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya di waktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan hidupnya. Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas (kehidupannya), kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan keluasan hidupnya.” (HR Thabrani & Al Hakim)

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here