Ngaji Dino Iki #378: Ojo Dumeh

0
197
Ilustrasi diambil dari blogger muslimah

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Don’t underestimate the work of others. Perhaps their income gives then blessing while yours doesn’t.” Jangan meremehkan pekerjaan orang lain. Jangan-jangan penghasilan mereka memberi berkah, sementara penghasilan Anda tidak.

Ojo Dumeh adalah falsafah asli Jawa, yang mempunyai nilai tinggi. Bila kita artikan, Ojo Dumeh (dalam bahasa Indonesia) Ojo = jangan, Dumeh = mentang mentang.
Jangan mentang-mentang hingga meremehkan orang lain.

Rezeki telah diatur Allah swt jauh sebelum kita lahir di dunia. Bekerja menjadi salah satu media untuk menjemput rezeki yang sudah diatur-Nya.
Dengan kata lain, bekerja adalah kewajiban manusia, sedang rezeki adalah pemberian Allah swt.

Jika kita meremehkan pekerjaan seseorang yang terlihat sederhana namun halal, berarti kita juga telah memandang rendah kuasa Allah swt pada rezeki orang tersebut.

Padahal biar hasilnya kecil namun merupakan hasil keringatnya sendiri dan ada keberkahan di dalamnya.

Nabi Muhammad saw pernah ditanya:
“Wahai Rasulullah, mata pencaharian (kasb) apakah yang paling thayyib (baik atau diberkahi)?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR Ahmad)

Syaikh Abdullah bin Shalih Al Fauzan menjelaskan, tujuan dalam mencari rezeki adalah mencari yang paling berkah, bukan mencari manakah yang menghasilkan paling banyak.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here