Ngaji Dino Iki #435: Jangan Terbuai Label

0
146
Ilustrasi diambil dari america magazine

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Zina has been relabeled as making love and homosexuality has been repackaged as an alternative lifestyle.” Zina telah dilabel ulang sebagai bercinta dan homoseksualitas telah dikemas ulang sebagai gaya hidup alternatif.

Kemasan atau label apapun yang dibuat untuk menyamarkan atau memperhalus makna tidak membuat yang haram di dalam Islam menjadi halal.

Terkait zina, Allah swt melarang dalam firman-Nya, menjelaskan:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“And do not approach unlawful sexual intercourse. Indeed, it is ever an immorality and is evil as a way.” “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra’:32)

Terkait LGBT, Allah berfirman:

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

“Indeed, you approach men with desire, instead of women. Rather, you are a transgressing people.”

“Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raaf: 81).

Di dalam Tafsir Al-Baghawi dijelaskan, “Melampui batas yang halal (beralih) kepada perkara yang haram.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here