Ngaji Dino Iki #436: Seruan Paling Agung

0
406
Ilustrasi diambil dari CNN Indonesia

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“May Allah swt do not make us among those who hear Adhan and yet don’t go to Pray.” Semoga Allah swt tidak membuat kita termasuk mereka yang mendengar Adzan namun tidak berangkat shalat.

Dalam kitab shahih Bukhari, disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku ingin memerintahkan seseorang mengumpulkan kayu bakar kemudian aku perintahkan seseorang untuk adzan dan aku perintahkan seseorang untuk memimpin orang-orang shalat. Sedangkan aku akan mendatangi orang-orang (yang mendengar adzan tetapi tidak ikut shalat berjama’ah) lalu aku bakar rumah-rumah mereka. (HR Bukhari).

Jangan gagal faham tentang sabda Rasulullah saw tersebut. Sebab, dalam sejarahnya, Rasulallah saw tidak pernah membakar rumah umatnya sendiri.
Hanya saja Rasulallah saw, memberikan pesan dalam sabda tersebut jangan mudah mudah meninggalkan masjid, sebab masjid adalah tempat kekuatan umat Islam.
Dengan kata lain, jika masjid sudah kosong dari jamaah, itu artinya kekuatan umat Islam telah habis.

Syeikh bin Baz di dalam fatwanya mengatakan kewajiban menyambut seruan adzan bagi seorang muslim berdasarkan sabda Nabi saw:
“Barangsiapa mendengar seruan adzan tapi tidak memenuhinya, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur.” (HR Ibnu Majah, Ad-Daru Quthni, Ibnu Hibban, Al-Hakim)

Di dalam Syarah Imam Nawawi disebutkan sebuah hadits:
”Yang paling utama dan paling besar pahalanya bagimu adalah hendaknya kamu menyambutnya dan menghadirinya, untuk itu sambutlah.” (HR Muslim)

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

=========
KBIH Muhammadiyah Kota Surabaya membimbing ibadah haji dengan mudah, praktis, dan sesuai tuntunan Rasulullah Saw.
Porsi tertinggi 2019 (sementara): 1300 509 403.
Kantor: Jalan Wuni no. 9 Telp. (031) 5472759

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here