Ngaji Dino Iki #441: Memancing Kepedulian

0
194
Ilustrasi diambil dari mhealthintelligence.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Sickness, Trouble, Problems: sometimes they happen to drive us closer to each other, or to keep us humble, or to makes us repent to Allah swt.”

“Penyakit, Kesulitan, Masalah: Kadang semua itu membuat kita lebih dekat satu sama lain, membuat kita rendah hati, atau membuat kita taubat kepada Allah swt.”

Kata Musibah mencakup kebaikan dan keburukan yang dihadapi manusia, hal ini terungkap dalam hadits: Dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Shuhaib berkata, Rasulullah saw bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Shahih Muslim 5318: “Perkara orang mu`min mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mu`min, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.”

Adanya penyakit dan musibah ataupun bencana bisa menggerakkan hati manusia untuk bahu membahu dan peduli kepada sesama. Bisa kepada orang tua, keluarga, sahabat atau korban bencana yang tak kita kenal sekalipun.

Adanya kesulitan juga bisa membuat orang untuk kembali ‘membumi’, sabar dan tidak tinggi hati.

Cobaan terjadi boleh jadi juga menjadi jalan agar kita kembali kepada Allah swt.

Allah swt telah mengingatkan:

وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“And we will surely let them taste the nearer punishment short of the greater punishment that perhaps they will repent.”

“Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian adzab yang kecil di dunia sebelum azab yang lebih besar di akhirat, mudah-mudahan mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS As-Sajdah: 21)

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here